alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Nasib Imran Tenri Tata di Tangan Mahkamah Partai Golkar

Luqman Zainuddin
Nasib Imran Tenri Tata di Tangan Mahkamah Partai Golkar
Nasib caleg DPRD Sulsel, Imran Tenri Tata Amin kini ada di tangan Mahkamah Partai Golkar pusat. Saat ini, permohonan gugatannya sudah teregistrasi. Foto: Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Nasib calon legislatif (caleg) DPRD Sulsel, Imran Tenri Tata Amin kini ada di tangan Mahkamah Partai Golkar pusat. Saat ini, permohonan gugatannya sudah teregistrasi.

Paling lambat keputusan atas gugatannya di Pileg 2019 ini akan keluar pada Kamis (23/05/2019).

"Alhamdulillah, kemarin (21/5/2019) sudah teregister di mahkamah partai dulu. Nanti kita lihat hasil rekomendasi partai. (Keputusannya) sepertinya besok (keluar)," aku Imran saat dihubungi awak media lewat pesan whatsappnya, Rabu (22/5/2019).



Sebagai informasi, aturan di Golkar mengharuskan setiap Caleg untuk mengajukan dulu permohonan gugatan ke Mahkamah Partai Golkar. Jika dikabulkan, maka gugatan tersebut bisa berlanjut ke Mahkamah Konstitusi (MK) lewat rekomendasi yang dikeluarkan.
 
Imran menyebutkan, jika dirinya membawa lebih banyak bukti dalam aduannya kali ini. Lebih banyak dari yang dia bawa saat rekapitulasi di tingkat Provinsi Sulsel beberapa waktu lalu.

Ada pun alasan utama dirinya melanjutkan gugatan ke MK, adalah sinkronisasi saat rekap Provinsi di KPU Sulsel yang hanya mengecek DAA1 Plano. Sementara, Plano itu kata dia, diragukan kebenarannya karena sudah berubah sebanyak tiga kali.

"Harusnya, C1 plano itu jadi pijakan, tidak profesionalnya penyelenggara sehingga banyak coretan yang terjadi. Yang ganjil knapa DAA1 plano harus dikoreksi dengan jarak waktu sehari antara koreksi suara caleg namun jumlah kebawah lupa di koreksi, besoknya baru terjadi koreksi, nah apa ini tidak mencurigakan," katanya.

Pada perebutan kursi di Pileg 2019 ini, Imran kalah dari caleg internal Golkar, Rahman Pina, dengan selisih 288 suara. Tapi, pada proses rekapitulasi di Provinsi, Imran mengajukan keberatan di Bawaslu, dan dikabulkan untuk melakukan pencermatan ulang pada sejumlah TPS.

Hasil pencermatan ulang itu, membuat suara Imran dapat tambahan 4 suara, dari 14.840 jadi 14.844. Sementara suara Rahman Pina dikurangi 13 suara dari 15.128 menjadi 15.115 suara.

Selain Imran, Caleg DPRD Sulsel Golkar lainnya yang menanti nasib dari Mahkamah Partai adalah, Marthen Rantetondok.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif