alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

WhatsApp dan Facebook Dibatasi, Pedagang Online Rugi Jutaan Rupiah

Asrianto Suardi
WhatsApp dan Facebook Dibatasi, Pedagang Online Rugi Jutaan Rupiah
Salah satu lapak online shop yang ada di Polman Sulawesi Barat, mengaku rugi karena pembatasan sosial media oleh pemerintah. Foto: Sindonews/Asrianto Suardi

POLMAN - Sejumlah pedagang online di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mengeluhkan atas dibatasinya layanan WhatsApp dan Facebook. Akibatnya mereka mengaku rugi hingga jutaan rupiah.

Seperti salah satu pedagang online shop Chyda Qonita yang terletak di jalan Haji Andi Depu Lantora, Polewali. Sejak Kementerian Kominfo membatasi layanan WA dan FB, ia sudah tidak dapat lagi berjualan secara online sebab tidak dapat memposting foto jualannya. Ia pun mengaku mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

"Kalau saya merasa sangat dirugikan, karena tidak bisa menjual. Omzetku berkurang," katanya saat dikonfirmasi.



Ia berharap, pemerintah segera mempertimbangkan hal tersebut untuk membuka kembali layanan WhatsApp dan Facebook.

Hal yang sama juga diakui oleh Wiwik, seorang pedagang makanan online di Jalan Teuku Umar Sarampu, yang mengalami kerugian jutaan setiap hari. Jika sebelumnya, ia mampu meraup omzet satu juta per hari, namun sejak dibatasi, omzetnya turun drastis dan hanya sekitar 100 ribu per hari.

Hal ini lantaran ia tidak dapat memposting gambar di WA dan FB-nya. Akibatnya, banyak pelanggannya yang terpaksa membatalkan pesanannya.

"Sejak dibatasi saya sudah tidak bisa menjual karena layanan tidak bagus," kesalnya.

Salmia Indriana, warga lingkungan Mambulilling juga mengaku kesal terhadap pemerintah yang membatasi layanan WhatsApp dan FB. Omzetnya menurun hingga lima kali lipat.

"Iya, agak keberatan kurasa karena tidak bisa posting jualan di FB. Bukan hanya saya, pasti semua penjual online merasa keberatan," katanya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan Pemerintah akan membatasi sementara beberapa fitur di media sosial.



(agn)

loading...
Berita Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads