alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pasukan AS di Timur Tengah Bisa Mengancam Keamanan Internasional

Agus Nyomba
Pasukan AS di Timur Tengah Bisa Mengancam Keamanan Internasional
Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif. Ia mengaku kehadiran pasukan AS di Timur Tengah bisa menjadi ancaman kemananan internasional. Foto: Istimewa

TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif memperingatkan Amerika Serikat (AS), bahwa keberadaan ribuan pasukannya di Timur Tengah bisa mengancam perdamaian dan keamanan internasional.

Itu dikatakan setelah AS menambah pasukannya di sana setelah menuduh Teheran atau berada di belakang serangan terhadap tanker di wilayah itu.

"Ini Sangat berbahaya [untuk] perdamaian internasional," kata Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dikutip di Al Jazeera, Minggu, (26/05/2019).



"Peningkatan kehadiran AS di wilayah kami sangat berbahaya dan mengancam perdamaian dan keamanan internasional, dan ini harus dibicarakan," lanjutnya.

Amerika Serikat pada hari Jumat mengumumkan pengerahan 1.500 tentara ke Timur Tengah, menggambarkannya sebagai upaya untuk meningkatkan pertahanan terhadap Teheran karena menuduh Pengawal Revolusi Iran bertanggung jawab langsung atas serangan tanker awal bulan ini.

Pada 12 Mei, Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan empat kapal komersial di lepas pantai Fujairah, salah satu pusat bunkering terbesar di dunia, menjadi sasaran operasi sabotase.

Serangan itu menyebabkan kerusakan signifikan pada struktur kedua kapal, menurut menteri energi Arab Saudi, Khalid al-Falih.

Para pejabat AS mengatakan penilaian awal menunjukkan Iran terlibat dalam serangan itu, tanpa menawarkan bukti yang mendukung klaim tersebut. Iran membantah ada hubungannya dengan insiden itu.

Berbicara kepada wartawan di halaman Gedung Putih tak lama sebelum berangkat untuk melakukan perjalanan ke Jepang pada hari Jumat, Presiden AS Donald Trump mengatakan tujuan penyebaran itu sebagian besar bersifat melindungi dan dimaksudkan untuk meningkatkan keamanan pasukan yang sudah ada di kawasan itu.

"Kami ingin memiliki perlindungan di Timur Tengah. Kami akan mengirimkan sejumlah kecil pasukan," kata Trump.

"Saat ini, saya tidak berpikir Iran ingin bertarung. Dan saya tentu tidak berpikir mereka ingin bertarung dengan kami," tambahnya.

Pemerintahan Trump telah mengumumkan Kongres sebelumnya pada hari Jumat tentang rencana pasukan.

Menurut salinan pemberitahuan yang diperoleh oleh kantor berita Associated Press, pasukan akan berjumlah "kira-kira" 1.500 dan akan dikerahkan dalam beberapa minggu mendatang dengan tanggung jawab utama dan kegiatan mereka bersifat defensif.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook