alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Suplai Air Menurun, PDAM Makassar Pasang Jaringan Pipa Distribusi

Syachrul Arsyad
Suplai Air Menurun, PDAM Makassar Pasang Jaringan Pipa Distribusi
Tim Teknisi PDAM Makassar saat melakukan pemasangan pipa distribusi di sejumlah wilayah. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar, memasang jaringan pipa air distribusi di wilayah Mallengkeri. Hal ini sebagai upaya mengatasi terjadinya penurunan produksi dan suplai air.

Direktur Teknik PDAM Kota Makassar, Kartia Bado menjelaskan, pemasangan Pipa tersebut merupakan jaringan pipa air baku dari intake Mallengkeri ke instalasi pengolahan air (IPA) Maccini Sombala sepanjang 2,8 kilometer. Bentangan jaringan pipa distribusi itu tengah dikerjakan.

Dikatakan, hal ini merupakan proaktif dari PDAM Makassar memberikan pelayanan kepada pelanggan. Pasalnya, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang tidak kunjung melakukan perbaikan di Bendungan Karet Sungai Jeneberang yang merupakan sumber air baku utama untuk Instalasi IV Maccini Sombala.



"Jaringan pipa air baku ini merupakan investasi langsung PDAM, yang artinya dibiayai sendiri. Karena kami tidak ingin masalahnya terus berlarut-larut dan tidak ada kepastian dari pihak Balai Besar Pompengan kapan perbaikan dilaksanakan," tutur Kartia.

Ditambahkan, sudah hampir setahun perbaikan di Bendungan Karet yang dimaksud belum juga dilakukan. Sementara keluhan pelanggan di daerah wilayah Barat dan Utara Kota Makassar sudah sangat mendesak. Dampak atas hal itu, penurunan produksi suplai air pun mulai terjadi sejak April 2018 lalu.

Adapun daerah yang merasakan dampak tersebut, yakni sekitar kawasan Deppasawi, Jalan Nuri, Jalan Dahlia, dan sepanjang GMTD (paling parah di cluster, Samalona, Gunung Agung, Taman Metropolitan, Orchad Park, Orchid sampai ke Gontang). Begitupun halnya ke di wilayah Utara di sekitar Sabutung, Barukang, Cambayya, Galangan kapal dan Sultan Abdullah.

Kartia mengatakan, progres pengerjaan jaringan pipa air distribusi tersebut sudah mencapai 80%. Salah satu kendala penyelesaiannya sebut dia, karena ada warga yang melarang lokasinya dilewati pipa.

Meski demikian, PDAM Makassar terus melakukan pendekatan dan negosiasi. "Semoga paling tidak bulan Juli 2019 sudah bisa running untuk uji coba. Harapan kita, insya Allah pekerjaan ini berjalan sukses sesuai waktu yang direncanakan," ujar Kartia.

Jika hal ini bisa terealisasi, Kartia mengklaim suplai air di kawasan yang dimaksud tadi akan normal kembali dengan memaksimalkan produksi hingga sampai 285-300 l/s, dimana saat ini hanya maksimal 140 l/s.

Terpisah, Humas PDAM Kota Makassar, Idris Tahir mengaku, ketersediaan air baku pada dasarnya bukan menjadi kewenangan PDAM. Namun, sebatas sebagai operator yang mengelola jumlah air yang masuk ke instalasi. Hanya saja, lanjut dia, PDAM yang selalu menerima pengaduan dan komplain dari masyarakat.

"Tapi tidak masalah, yang penting kami terus jelaskan kepada pelanggan soal masalah ini dan Alhamdulillah bisa mereka mengerti. Kalau soal kekurangan suplai air, kami biasanya mengantarkan mobil tangki kepada pelanggan yang membutuhkan," jelas Idris.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif