alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Jalan Berlubang di Sejumlah Ruas Potensi Ganggu Pemudik Lebaran

Mustafa Layong
Jalan Berlubang di Sejumlah Ruas Potensi Ganggu Pemudik Lebaran
Kendaraan melintasi di Jalan Layang Camba, Kabupaten Maros. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membuka jembatan layang (elevated road) yang menghubungkan Maros-Bone di Sulawesi Selatan, Hal ini untuk mendukung kelancaran arus mud

MAKASSAR - Jelang arus mudik, ratusan kilometer jalan provinsi dan nasional masih dalam keadaan rusak. Pemeliharaan dan pembangunan yang dikelola Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi molor.

Diketahui, jalan nasional maupun provinsi di Sulsel jumlahnya mencapai total 3.755,27 km yang melintasi 24 kabupaten/kota. Namun pada 2018 lalu, tercatat hampir sepertiganya dalam keadaan berlubang hingga rusak parah.

Jalan rusak yang mengintai di sepanjang Sulsel cukup meresahkan pengendara, khususnya pemudik. Jalan berlubang dan bergelombang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.



Total jalan nasional yang dikelola Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar mencapai 1.745,92 km dan jalan provinsi yang dikelola Pemprov Sulsel mencapai 2.009,35 km.

Kepala BBPJN XIII Miftachul Munir mengaku optimistis kondisi jalan nasional memasuki arus mudik jauh lebih baik dibanding tahun lalu. Apalagi, pada hari pertama Ramadhan lalu, tim Kementerian PUPR dan Kepala Balitban telah hadir dan mensurvei langsung kondisi ruas Makassar, Parepare, Pinrang hingga Sulbar dan jalur Toraja, Palopo hingga batas Luwu Timur Sulawesi Utara. Begitu pun kondisi jalur arah selatan Makassar, Bulukumba, Sinjai.

"Persiapan tahun ini jauh lebih baik. Kita survei langsung beberapa spot yang masih dikerjakan, relatif tidak terlalu banyak yang berat. Yang sedikit masalah kemarin Makale- Toraja Utara," kata Miftachul dihubungi.

Miftachul mengakui, kondisi ruas jalan nasional sepanjang 163,74 km (9,38% ) dalam kondisi tidak mantap. Namun untuk menyiapkan kondisi optimal jelang arus mudik, pihaknya terus melakukan penutupan lubang.

Kata Miftachul, untuk beberapa jalur berlubang yang masuk tahap pemeliharaan akan diambil langkah penutupan lubang sementara. Sebab untuk dilakukan pengecoran dinilai tak akan terkejar sebab perlu pengetukan badan jalan.

"Sementara ditutup saja, tunggu cornya setelah lebaran. Karena kalau dicor harus dikerok dulu. Yang penting ditutup dulu agar orang tidak kecelakaan," jelas Miftachul.

Sejumlah ruas yang menjadi perhatian yakni jalur Makale- Enrekang, Wajo (Anabanua) -Luwu, Palopo- Masamba-Malili hingga (Kayupangi) batas Sulteng, dan ruas Gowa-Takalar. Meski jalan berlubang di daerah tersebut sudah ditutup, dia tidak menampik potensi lubang tersebut kembali terbuka.

"Kalau tidak ada sama sekali tidak mungkin lah, pasti ada, karena meski kita tutup kalau kena hujan bisa terbuka lagi," jelas Miftachul.

Sedangkan untuk kondisi ruas jalan provinsi, tercatat akhir 2018 lalu, sepanjang 853,9 km (42,5%) dalam keadaan tidak mantap. Dengan rincian rusak ringan sepanjang 270,86 km (13,48%) dan rusak berat sepanjang 583,11 km (29,02%). Kemudian dalam kondisi mantap mencapai panjang 1.155,5 (57,51%) dengan rincian baik 770,38 km (38,34%) dan sedang 385,18 km (19,17%).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Nurhaedah menjelaskan, hingga saat ini, proses lelang pengerjaan jalan, baik pemeliharaan maupun pembangunan masih molor. Baru sekitar lima paket yang ditayangkan.

"Kita akan mantapkan tahun ini, kemarin kan keterbatasan anggaran dan ini molor tendernya. Saya bahkan curiga tidak selesai yang 500 km (rusak berat) sampai tujuh bulan kedepan," kata Nurhaedah.

Dengan molornya proses tender, Nurhaedah mengskui, untuk memberi kenyamanan bagi pemudik, pihaknya sebisa mungkin akan melakukan pemeliharaan rutin seperti penimbunan jalan berlubang. "Kita timbun dulu jalan yang berlubang," jelasnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook