alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Suara Tidak Sah Pada Pileg Provinsi Sulsel Capai 321 Ribu

Luqman Zainuddin
Suara Tidak Sah Pada Pileg Provinsi Sulsel Capai 321 Ribu
Angka suara tidak sah pada Pileg di Provinsi Sulsel dinilai cukup tinggi karena menembus angka 321 ribu. Foto: Sindonews/Ilustrasi

MAKASSAR - Suara tidak sah pada Pemilihan Legislatif (Pileg) DPRD Provinsi Sulsel dari 11 Daerah Pemilihan (Dapil) tercatat mencapai 321.701 suara. Ditengarai, besarnya suara tidak sah ini lantaran pemilih tak mengenali Calon Legislatif (Caleg).

Dari data penetapan hasil perolehan suara DPRD Provinsi KPU Sulsel, terlihat Dapil Sulsel III yang meliputi kabupaten Gowa dan Takalar memiliki tingkat suara tidak sah paling besar, sebanyak 52.805 suara dari total 607.586 pengguna hak pilih. Di Gowa, suara tidak sahnya 33.279 suara.

Dapil VI menyusul dengan suara tidak sah terbanyak ke dua, 50.711 suara. Dapil ini meliputi empat kabupaten kota mulai dari Maros, Pangkep, Barru, dan Parepare. Suara tidak sah terbanyak terjadi di Maros, 18.232 suara. Total pengguna hak pilih di Dapil ini 599.201.



Kemudian Dapil IV dengan suara tidak sah 42.566 dari total 421.015 suara. Lalu Dapil Sulsel I (11 kecamatan di Makassar) dengan 32.596 suara tidak sah dari 430.024. Kemudian di Dapil XI ada 31.869 suara tidak sah dari total suara 649.708.

Selanjutnya, di Dapil VII suara tidak sah ada 23.985 suara dari total 436.381 suara. Menyusul, Dapil V dengan suara tidak sah 23.939 dari total 392.205 suara. Di Dapil Sulsel II (empat kecamatan di Makassar) memiliki suara tidak sah 19.053 dari total suara 296.917 suara.

Selanjutnya, di Dapil Sulsel IX suara tidak sah 17.745 dari 539.915 suara. Dapil VII suara tidak sah 16.704 dari total 378.004. Terakhir, Dapil 10 mempunyai suara tidak sah 9.728 dari total 266.690 suara.

Ketua KPU Sulsel, Misna M Attas tidak menampik jumlah pemilih tidak sah untuk Pileg DPRD Sulsel yang terbilang besar tersebut. Menurut dia, itu adalah fakta pada Pemilu kali ini.

Menurut Misna, ada banyak penyebab yang membuat surat suara itu tidak sah. Mulai dari keliru coblos, hingga pada banyaknya surat suara yang tidak dicoblos oleh pemilih. Memang kata dia, surat suara yang diberikan kepada pemilih, namun dikembalikan dan dimasukkan dalam kotak suara tanpa dicoblos, masuk kategori tidak sah.

Misna memperkirakan, banyaknya surat suara yang masuk di kotak suara tanpa dicoblos, karena pemilih tak begitu mengenali Calon Legislatif (Caleg) DPRD Sulsel yang bertarung di Dapilnya.

"Itu faktanya, karena banyak penyebabnya. Mulai dari keliru coblos, Ada juga yang tidak mengenali calon di dalamnya, tidak mencoblos. Kosong coblosan itu tidak sah. Karena surat suara diserahkan ke pemilih, kemudian dimasukkan ke kotak tanpa dicoblos, itu tidak sah," kata Misna saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Caleg DPRD Sulsel, Marthen Rantetondok pun punya pengakuan yang sama. Menurut temuan dia di lapangan, banyak surat suara yang tidak tercoblos. Tapi, dimasukkan ke kotak suaranya. Menurut dia, banyak pemilih, yang tidak mengenali Caleg Provinsi, tapi mengenal Caleg DPRD kabupaten/kota.

"Di lapangan begitu kejadiannya. Kecendrungannya orang, karena banyaknya kertas suara, jadi bingung. Apalagi kalangan yang tidak begitu mengetahui siapa calon di daerahnya. Mereka lebih banyak yang pilih presiden, karena kan hanya dua Calon atau DPRD kabupaten, karena calonnya sedikit," kata Marthen saat ditemui di Jalan Rappocini.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads