alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

KKP Sebut Pangkep Rawan Kasus Destructive Fishing

Kurniawan Eka Mulyana
KKP Sebut Pangkep Rawan Kasus Destructive Fishing
ILUSTRASI. Kabupaten Pangkep di Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk dalam kategori kerawanan tinggi kasus destructive fishing atau penangkapan ikan dengan cara merusak. Foto: Istimewa

JAKARTA - Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) di Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk dalam kategori kerawanan tinggi kasus destructive fishing atau penangkapan ikan dengan cara merusak.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Agus Suherman, mengatakan hal itu, Selasa (28/5/2019), di Jakarta.

Menurutnya, dalam rangka mengatasi kegiatan destructive fishing di perairan Indonesia, KKP melalui Direktorat Jenderal PSDKP meningkatkan intensitas pengawasan, khususnya pada area-area yang memiliki kerawanan tinggi terjadinya destructive fishing.



Selain Kabupaten Pangkep, lokasi-lokasi yang telah diidentifikasi antara lain Nias, Anambas, Lampung, Madura, Lombok, Sumbawa, Kendari, Konawe, Maluku Utara, Banggai, Balikpapan, dan Raja Ampat.

Hal ini merupakan langkah penting untuk terus menjaga kelestarian sumber daya perikanan dari dampak besar yang akan ditimbulkan dari kegiatan penangkapan ikan yang merusak.

“Dampak yang ditimbulkan akibat destructive fishing tidak kalah dibandingkan dampak akibat illegal fishing. Sebagai contoh penggunaan bom dan racun ikan dengan target ikan-ikan karang mengakibatkan kerusakan dan kematian terumbu karang di sekitarnya," jelasnya seperti dilansir laman resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Selasa (28/5/2019).

Selain itu, langkah-langkah pengawasan yang sifatnya persuasif dan pencegahan juga akan dilakukan oleh Direktorat Jenderal PSDKP bekerja sama dengan pihak-pihak terkait baik pemerintah maupun swasta.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook