alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Partisipasi Pemilih di Makassar Masih di Bawah Target

Luqman Zainuddin
Partisipasi Pemilih di Makassar Masih di Bawah Target
ILUSTRASI. Partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 di kota Makassar, masih di bawah target secara nasional, baik pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, dan DPD RI. Foto: SINDOnews/Dok

MAKASSAR - Partisipasi pemilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di kota Makassar, masih di bawah target secara nasional, baik pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, dan DPD RI.

Komisioner divisi sosialisasi dan partisipasi masyarakat KPU kota Makassar, Endang Sari pun mengakui jika partisipasi masyarakat yang datang mencoblos masih di bawah target. Target partisipasi nasional dan daerah diapatok 77.5%.

"Iya belum memenuhi target, tapi terjadi peningkatan yg menggembirakan dibanding Pemilu atau Pilkada sebelumnya," aku Endang saat dikonfirmasi KORAN SINDO, Selasa (28/5/2019) siang lewat telepon genggam.



Endang menerangkan, bahwa pada Pemilu kali ini dibuat tiga versi penghitungan untuk menentukan partisipasi pemilih. Versi pertama, seluruh pengguna hak pilih dibagi Daftar Pemilih Tetap (DPT) × 100%. Versi kedua, seluruh pengguna hak pilih dibagi DPT + Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb)× 100%. Versi terakhir, seluruh pengguna hak pilih dibagi DPT + DPTb + DPK × 100%.

"Jika pakai skenario 1 (versi pertama), dengan pembagi hanya DPT, maka angka partisipasi di Makassar itu 75.20%," sambung Endang.

Pada versi pertama, untuk tiga jenis pemilihan Pilpres, DPR RI, dan DPD RI masing-masing partisipasi pemilih di Makassar di kisaran angka 75%. Kemudian pada versi kedua, tiga jenis pemilihan tersebut, partisipasi masyarakat diangka rata-rata 74%. Kemudian, versi ketiga memiliki partisipasi 69%.

Sebagai informasi, total pemilik hak pilih di kota Makassar untuk Pemilu 2019 adalah 1.050.177, berasal dari DPT, DPTb, dan DPK. Jika merujuk pada persentase tadi, hanya ada 727 ribu orang dari total pemilih yang menyalurkan hak pilihnya.

Kendati begitu, angka-angka di atas menurut Endang setidaknya masih lebih baik dari pada edisi Pilkada dan Pemilu sebelum-sebelumnya. Ia mencontohkan, pada Pemilihan Gubernur 2013 yang lalu, partisipasi hanya 60.54% atau 633.725 pengguna hak pilih. Pada tahun yang sama, Pilwali Makassar hanya mengoleksi 59.49% partisipasi.

Endang melanjutkan, saat Pileg dan Pilpres 2014, partisipasi di Makassar masing-masing 63.43% dan 63.34%. Lalu, turun kembali pada Pilwali Makassar 2018 58.98%. "Ini perbandingan jumlah angka partisipasi dari pemilu/pilkada sebelumnya sejak 2013," pungkas Endang.

Terpisah, ketua KPU Sulsel, Misna M Attas menyebut jika partisipasi di Sulsel sejauh ini sebenarnya mencapai angka 77.5% atau sesuai target. "Partisipasi itu 77.5% untuk Pileg dan Pilpres, capai target. Ini naik (dari periode lalu), karena DPT sudah makin clear, dan menggunakan basis data," beber Misna saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook