alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kemenlu Imbau WNI di Sudan Hindari Kerumunan Massa

Kurniawan Eka Mulyana
Kemenlu Imbau WNI di Sudan Hindari Kerumunan Massa
GEDUNG PANCASILA KEMENLU. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengimbau seluruh Waga Negara Indonesia (WNI) yang sedang berada di Sudan untuk menghindari kerumunan massa. Foto: Istimewa/Kemenlu

MAKASSAR - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengimbau seluruh Waga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Sudan untuk menghindari kerumunan massa.

Imbauan tersebut disampaikan melalui laman safetravel.id. Safe Travel dibuat dan dikembangkan oleh Kementerian Luar Negeri RI, untuk informasi praktis yang diperlukan ketika berada di luar negeri untuk berbagai keperluan, seperti wisata, studi, umrah/haji, atau bekerja.

Dikutip dari laman tersebut, dijelaskan bahwa pada tanggal 3 Juni 2019, telah terjadi rangkaian aksi kekerasan yang mengakibatkan adanya korban jiwa dan luka-luka di Khartoum. Selama beberapa hari sebelumnya, gelombang aksi unjuk rasa telah terjadi di ibu kota Sudan tersebut.



"Kami mengimbau Anda yang berada di Sudan untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari kerumunan massa dan tidak keluar rumah untuk sementara waktu, menyiapkan dokumen penting (paspor, izin tinggal, dsb), menyiapkan stok makanan, dan tidak terlibat dalam kegiatan politik setempat," tertulis dalam imbauan itu.

Sementara untuk WNI yang berencana untuk bepergian ke Sudan, Kemenlu mengimbau untuk menunda perjalanan sampai situasi keamanan kembali normal.

"Apabila Anda saat ini sedang berada di Sudan, segera hubungi KBRI Khartoum di nomor +249907978701, +249900079060, +249 183 564679, atau melalui Tombol Darurat aplikasi Safe Travel Kementerian Luar Negeri RI," imbuh Kemenlu.

Sementara melalui laman resmi Kemenlu RI, Sabtu (8/6/2019), disebutkan bahwa Indonesia mengecam rangkaian tindakan kekerasan yang terjadi di Sudan yang mengakibatkan adanya korban jiwa dan luka-luka dalam rangkaian aksi di Sudan dalam beberapa hari terakhir ini.

Pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban dan keluarga korban.

Indonesia mengharapkan seluruh pihak hendaknya dapat menahan diri.

Indonesia juga mengharapkan agar pihak militer dan keamanan dapat memberikan perlindungan menyeluruh terhadap rakyat sipil.

Indonesia berharap agar proses transisi berjalan dengan damai dan dialog terus dikedepankan sesuai dengan keinginan dan harapan rakyat Sudan serta dengan tetap menghormati hukum humaniter internasional.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook