alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Wow! Pelaku Seks Bebas di Palopo 40 Ribu Orang Per Tahun

Chaeruddin
Wow! Pelaku Seks Bebas di Palopo 40 Ribu Orang Per Tahun
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palopo, saat membaca isi RPJMD Kota Palopo. Foto: SINDOnews/Chaeruddin

PALOPO - Jumlah pelaku seks bebas di Kota Palopo cukup memprihatikan. Dalam setahun jumlah pelaku seks bebas mencapai 40.279 orang, yakni selama periode tahun 2017.

Data tersebut diperoleh SINDOnews dari data rancangan akhir RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kota Palopo tahun 2018-2023.

Tertulis dalam tabel pada Bab II di RPJMD tersebut penggunaan kondom pada hubungan seks beresiko tinggi terakhir Kota Palopo tahun 2013-2017.



Pada uraian tabel tertulis banyaknya penduduk usia 15-24 tahun yang berhubungan seks dengan pasangan tidak tetap selama 12 bulan terakhir.

Kemudian tercatat jumlah pada tahun 2013 sebanyak 31.960 orang, tahun 2014 sebanyak 38.433 orang, tahun 2015 sebanyak 39.414 orang, tahun 2016 sebanyak 40.279 orang dan tahun 2017 sebanyak 40.279 orang.

Keterangan di bawah tabel menyebutkan sumber data adalah Dinas Pengendalian Penduduk dan KB (DPPKB) Kota Palopo tahun 2018.

Kepala Dinas DPPKB Kota Palopo, Suriani Kaso, yang dikonfirmasi, awalnya membantah data ini. "Data ini tidak benar, data ini bukan dari kami, tidak mungkin jumlahnya begitu," ujarnya.

Namun setelah disampaikan bahwa data ini bersumber dari RPJMD Kota Palopo tahun 2018-2023, Suriani Kaso, kemudian mengarahkan SINDOnews untuk memperjelas data ke Bappeda.

"Yang menyusun RPJMD adalah Bappeda, silahkan konfirmasi ke sana. Bisa jadi jumlahnya demikian. Kalau data di kami tidak demikian banyaknya," ujarnya.

Dijelaskan bahwa jumlah tersebut mungkin saja ketika ditambahkan dengan data dari Dinas Kesehatan dan BNN.

Terpisah, legislator PPP, Budiman, sangat menyayangkan data ini. "Saya tidak masuk dalam pansus RPJMD, jadi saya tidak tahu, sangat disayangkan jika kondisi Kota Palopo seperti ini," ujarnya.

Budiman akan mengklarifikasi kebenaran data ini. "Jika data ini benar maka pemerintah kedepan harus lebih memperhatikan dan meningkatkan pembinaan akhlak generasi, salah satu cara adalah peningkatan anggaran yang cukup untuk urusan ini," katanya.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads