alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sidang Kasus Pembunuhan Berujung Ricuh, Polisi Amankan 9 Orang

Eky Hendrawan
Sidang Kasus Pembunuhan Berujung Ricuh, Polisi Amankan 9 Orang
Aparat keamanan saat mengamankan tersangka kasus pembunuhan di Bulukumba naik ke mobil tahanan. Bahkan mereka dapat perlawanan massa yang juga merupakan keluarga korban di sidang yang digelar di PN Bulukumba, Selasa, (11/06/2019). Foto: Sindonews/Eky Hend

BULUKUMBA - Sidang pembunuhan terhadap Syahrul (23) warga Kecamatan Kindang tewas dengan 13 tusukan pada Kamis, (28/02/2019) lalu. Berujung ricuh, sejumlah fasilitas dan kaca Pengadilan Negeri (PN) Bulukumba pecah akibat amukan massa keluarga korban.

Sidang yang berlangsung pada Selasa, (11/06/2019)pukul 14.00 Wita, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi penuntutan terhadap empat tersangka yakni, Muh Ridwan (17), A Dedi Mappamadeng (28) alias Dedi, Laode Mauliding alias Alif (21) dan Wahyuda alias Yuda (19) berjalan aman hingga para tersangka digiring keruang tahanan PN Bulukumba.

Proses pemindahan keempat tersangka menuju mobil tahanan berjalan cukup ketat hingga amukan massa tak terbendung. Pihak kepolisian pun harus berulang kali mengeluarkan tembakan peringatan, akan tetapi hal tersebut tidak menyurutkan amarah massa.



Massa dan petugas keamanan pun terlibat aksi saling dorong hingga salah satu dari massa yang belakangan diketahui merupakan mertua korban pembunuhan, Irwan (39) dikabarkan terkena peluru dibagian kaki sebelah kanan. Akibat dugaan penembakan tersebut, massa kembali bringas dan mengejar semua petugas dan menghancurkan seluruh kaca kantor PN Bulukumba.

Dari insiden keributan tersebut, pihak kepolisian mengamankan 9 orang warga yang diduga menjadi provokator dalam insiden tersebut. Ke 9 orang tersebut saat ini diamankan pihak kepolisian di Polsek Ujungbulu untuk menjalani pemeriksaan.

"Kita amankan 9 orang yang diduga menjadi provokator dari insiden ini. Mereka kita amankan untuk menjalani pemeriksaan karena masih akan ada pengembangan," terang Kapolres Bulukumba, AKBP Syamsu Ridwan saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Syamsu Ridwan menjelaskan, insiden keributan tersebut bermula saat keluarga korban tidak menerima saat melihat keempat pelaku. Sejumlah massa yang melengkapi diri dengan senjata tajam tersebut mendapat halauan petugas keamanan hingga terjadi keributan.

"Massa ini emosi jadi ingin menyerang para tersangka saat hendak dinaikan ke atas mobil. Disitu petugas melakukan pengamanan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, justru mereka berbalik menyerang petugas," terangnya.

Terkait dengan adanya salah satu dari massa yang menjadi korban penembakan, Syamsu Ridwan mengaku belum menerima laporan adanya menjadi korban penembakan petugas.

"Kalau soal itu saya belum dapat laporan soal itu. Tapi kalau memang ada, kita akan rilis," pungkasnya.

Kasi Pidana Umum, Kejaksaan Bulukumba, I Made Pasek yang ditemui PN Bulukumba mengaku, jika
Sidang kali ini merupakan yang ketiga kalinya. Dengan agenda sidang pemeriksaan saksi.

"Kita tidak sangka bisa seperti ini, yang pasti kita rencananya akan lakukan sidang kembali pada hari Selasa, 18 Juni dengan agenda yang sama yakni pemeriksaan saksi,” kata I Made Pasek.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads