alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Darah Korban Penembakan Berceceran di Kantor Pengadilan Bulukumba

Eky Hendrawan
Darah Korban Penembakan Berceceran di Kantor Pengadilan Bulukumba
Halaman Kantor PN Bulukumba banyak ditemukan darah berceceran pascasidang kasus pembunuhan yang menewaskan Syahrul (23), Selasa (11/06/2019). Foto: Eky Hendrawan/SINDonews

BULUKUMBA - Halaman Kantor Pengadilan Negeri (PN) Bulukumba banyak ditemukan darah berceceran pascasidang kasus pembunuhan yang menewaskan Syahrul (23), Selasa (11/06/2019).

Darah tersebut diketahui berasal dari aksi kericuhan pascasidang berlangsung. Diduga, Irwan (39) yang merupakan warga Desa Anrihua, Kecamatan Kindang, Bulukumba, menjadi korban penembakan oleh oknum polisi saat kericuhan berlangsung di PN Bulukumba.

Dari pantauan SINDOnews, kericuhan dipicu aksi saling dorong antara keluarga korban dan petugas. Polisi yang bertugas sempat mengeluarkan tembakan peringatan untuk meredam kericuhan.



Hingga pada akhirnya Irwan terkena tembakan. Emosi massa keluarga korban membuncah dan mengejar oknum polisi yang diduga menjadi pelaku penembakan.

Tak menemukan oknum polisi tersebut, aksi massa makin brutal menghancurkan sejumlah fasilitas di PN Bulukumba. Kaca jendela, kaca pintu masuk dan Air Conditoner (AC) pun dirusak. (Baca juga: Sidang Kasus Pembunuhan Berujung Ricuh, Polisi Amankan 9 Orang)

Atas kejadian tersebut, Irwan dilarikan ke RSUD Sultan Daeng Radja. Dia mengalami tembakan pada kaki bagian kirinya.

Untuk diketahui, sidang kasus pembunuhan yang mendudukkan empat tersangka itu berlangsung dengan agenda mendengarkan keterangan saksi penuntutan.  

Ada pun korban pada kasus ini yakni Syahrul merupakan warga Kecamatan Kindang. Dia tewas dengan 13 luka tusukan pada Kamis (28/02/2019) lalu. Sementara itu terdakwa masing-masing Muh Ridwan (17), A Dedi Mappamadeng (28) alias Dedi, Laode Mauliding alias Alif (21) dan Wahyuda alias Yuda (19).



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads