alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

MUI Nilai Sesat, Tarekat Tajul Khawatiyah Syekh Yusuf Segera Dihapus

Herni Amir
MUI Nilai Sesat, Tarekat Tajul Khawatiyah Syekh Yusuf Segera Dihapus
Suasana rapat koordinasi membahas aliran kepercayaan Tarekat Tajul Khawatiyah Syekh Yusuf di Polres Gowa yang dihadiri Forkopinda dan pimpinan tarekat tajul khalwatiah. Foto: Sindonews/Herni Amir

SUNGGUMINASA - Aliran Islam Tarekat Tajul Al Khawatiyah Syekh Yusuf, yang berkembang di Kabupaten Gowa menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Gowa untuk dibahas.

Sekkab Gowa Muchlis mengatakan, Tim dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), telah melakukan 12 kali pertemuan untuk mengkaji aliran tarekat Tajul Al Khawatiyah Syekh Yusuf dan ternyata hasil kajian itu menetapkan bahwa aliran tarekat tersebut sudah memenuhi unsur sesat.

Karena itu, pihaknya menggelar rakor untuk menjawab keresahan-keresahan masyarakat. Apalagi sejak beberapa waktu lalu jamaah Puang La'lang melakukan salat Idul Fitri di pelataran Balla Lompoa lebih cepat sehari dari jadwal resmi pemerintah dan tanpa izin Pemkab maupun Polres.



"Alhamdulillah mereka yang ada dalam tarekat ini bersedia untuk kembali ke jalan yang benar. Tarekat ini akan dihapus namun berproses," ungkap Sekkab Gowa seusai rakor tentang pengawasan aliran kepercayaan dan keagamaan di Gowa, di aula Endra Dharmalaksana Polres Gowa, Rabu (12/6/2019).

Dalam rakor itu menghadirkan langsung pimpinan Khalawatiah bernama Andi Malakuti alias Puang La'lang. Selain itu, Pemkab Gowa juga menghadirkan Ketua MUI Gowa KH Abubakar Pakar, Kepala Kejaksaan Negeri Gowa Muh Basjar Rifai, Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga, Ketua FKUB Gowa Ahmad Muhajir, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gowa serta Kasdim 1409 Gowa Mayor Inf Husain, para kapolsek serta para camat.

Menurut Muchlis pihaknya juga akan melakukan pembinaan secara intensif. Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf juga diberi waktu hingga awal Agustus mendatang.

Tim kemudian akan melakukan evaluasi hasil pembimbingan di komunitas ini. "Yang jelas tarekat ini menyimpang dari ketentuan kaidah yang digariskan Alquran dan Hadits. Melalui pijakan Fatwa MUI, bisa dilakukan sikap tegas terhadap keberadaan Tarekat Al Khawatiah tersebut," terang Muchlis.

Ketua MUI Gowa KH Abubakar Paka mengatakan, langkah MUI ke depan akan bekerjasama dengan Pemkab dan Kemenag untuk mengadakan pembinaan terhadap jamaah tarekat Tajul Al Khawatiyah.

"Kami bersyukur karena Puang La'lang menyetujui dan mau kembali ke jalan yang benar. Al-quran bagi Puang La'lang tidak diyakininya sesuai keyakinan umat Islam pada umumnya. Dan inilah yang akan kami luruskan ke mereka," jelas KH Abubakar Paka.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook