alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Eks Panglima Laskar Jihad Minta Pendampingan Hukum

Vivi Riski Indriani
Eks Panglima Laskar Jihad Minta Pendampingan Hukum
Eks Penglima Laskar Jihad Indonesia Jafar Umar Thalib menghadiri sidang di Pengadilan Negeri (PN) Makassar. Foto: Sindonews/Muchtamir Zaide

MAKASSAR - Sidang perdana agenda pembacaan dakwaan eks Panglima Laskar Jihad Indonesia, Jafar Umar Thalib, batal digelar kemarin, Rabu (12/06/2019) di Pengadilan Negeri (PN) Makassar.

Alasannya, Jafar yang didudukkan sebagai terdakwa bersama enam orang pengikutnya yakni Abdullah Jafar Umar Thalib, Subagiyo alias Abu Yahya, Abdul Rahman, Ihsan Jayadi, Anas Rikmawan, dan Mujahid Mursyid, meminta pendampingan penasehat hukum.

"Terdakwa menginginkan pengacaranya dihadirkan, makanya ditunda," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Agung RI, Moh Iryan.



Sidang kasus pengrusakan rumah milik keluarga Henock Niki di Jalan Protokol Koya Barat, Distrik Muara Tami, Jayapura pada 27 Februari 2019 lalu ini pun ditunda hingga Rabu 19 Juni 2019, mendatang.

Diketahui, berdasarkan surat dakwaan yang dikutip dari website resmi PN Makassar, terdakwa Jafar Umar Thalib bersama enam pengikutnya didakwa Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api, amunisi, bahan peledak, senjata pemukul, senjata penikam, senjata penusuk, dengan ancaman hukuman setinggi-tingginya sepuluh tahun penjara.

Dalam dakwaan primair, dua terdakwa lainnya yakni Abdullah Jafar Umar Thalib dan Subagiyo alias Abu Yahya didakwa pasal berlapis yaitu Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP yakni tanpa memiliki izin yang sah dari pihak yang berwenang menggunakan pedang samurai dengan gagang warna merah (dikategorikan senjata penikam) untuk memutus kabel spiker dan kabel toa serta merusak speaker hingga tidak dapat digunakan lagi.

Sedangkan dalam dakwaan subsidair, ketujuhnya didakwa sama yakni Pasal 170 Ayat (1) KUHP tentang pengrusakan dengan ancaman pidana penjara lima tahun enam bulan.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook