alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kasus Politik Uang Ketua PPP Makassar Dilimpahkan Pekan Depan

Faisal Mustafa
Kasus Politik Uang Ketua PPP Makassar Dilimpahkan Pekan Depan
Penyidik Polrestabes Makassar segera akan menyelesaikan perkara kasus dugaan pelanggaran pemilu Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Busranuddin Baso Tika. Foto: Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Penyidik Polrestabes Makassar segera akan menyelesaikan perkara kasus dugaan pelanggaran pemilu Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Busranuddin Baso Tika (BBT).

Kasus dugaan politik uang pada Pemilu 2019 itu akan memasuki babak baru. Pasalnya, penyidik akan segera melimpahkan berkas perkara pada pekan depan.

"Inikan kalau pidana pemilu tidak terhitung Sabtu-Minggu, paling lambat Senin atau Selasa kita kirim berkas. Karena minggu ini kita perampungan berkasmi," beber Kanit 1 Tindak Pidana Umum Sat Reskrim Polrestabes Makassar, AKP Abdul Rahim kepada SINDOnews, Kamis (13/06/2019).



Diketahui, BBT selaku petahana yang kembali mencalonkan pada Pileg 2019 lalu telah diperiksa pada Rabu (12/06/2019) kemarin. Selain tersangka, penyidik juga telah memeriksa lima saksi.

"Hasil pemeriksaan, saksi memang menerima (uang). Kalau untuk tersangkanya itu memang mengakui ada (uang), tetapi dia tidak ada di tempat katanya," ungkap Abdul Rahim.

Saat diperiksa, tersangka BBT dicecar 13 pertanyaan. Selain saksi, kasus politik uang ini juga dikuatkan dengan barang bukti lainnya seperti alat peraga, sejumlah uang dan contoh-contoh surat suara.

Terpisah, penyidik juga tengah merampungkan kasus dugaan pelanggaran pemilu lainnya yang melibatkan pelaku Ketua RW 6, Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Syamsir Zaini.

Dia diduga melakukan pencoblosan sebanyak dua kali di TPS 2 dan 6 di wilayah tersebut.

"Kalau pak RW sudah selesai kita ambil keterangan juga. Kalau pertanyaan ada sekitar 12 pertanyaan yang inti dari permasalahan pencoblosan yang dilakukan itu, itu pun keterangan dari RW menjelaskan hanya satu kali, dengan kedatangannya di TPS lain alasannya tidak melakukan pencoblosan, tapi kita abaikan," tambah Abdul Rahim.

"Bukti itu ada dari rekamanan video, ada saksi, ini sementara kita mau sita C7 daftar hadirnya di KPU. kalau pak RW ada sekitar 5 (saksi) juga, karena ada juga saksi dari partai yang kebetulan bersaksi di TPS itu," tutup dia.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook