alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bupati Maros Warning Camat Waspadai Puncak Musim Kemarau

Najmi Limonu
Bupati Maros Warning Camat Waspadai Puncak Musim Kemarau
Bupati Maros, HM Hatta Rahman meminta kepada seluruh camat untuk mewaspadai dampak puncak musim kemarau yang diperkirakan akan terjadi pada Agustus mendatang. Foto: Dok/SINDOnews

MAROS - Bupati Maros, HM Hatta Rahman meminta kepada seluruh camat untuk mewaspadai dampak puncak musim kemarau yang diperkirakan akan terjadi pada Agustus mendatang.

"Kita meminta untuk waspada dampak musim kemarau seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan dan pemukiman serta ketersediaan air bersih," imbaunya, Jumat (14/06/2019).

"Meskipun sebenarnya dibeberapa daerah lain saat ini sedang banjir dan Maros pun masih sering hujan tapi berdasarkan prakiraan musim dari BMKG tentu kita tetap harus mewaspadai danpak musim kemarau," lanjutnya.



Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun klimatologi Klas I Maros, saat musim kemarau kata Hatta Rahman, wilayah Maros terbagi menjadi empat wilayah zona.

Diawali pada akhir bulan April dengan kondisi normal dan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada bulan Agustus.

Wilayah tersebut, masing-masing Kecamatan Marusu bagian barat, Maros Baru bagian barat, Lau bagian barat, dan Kecamatan Bontoa bagian barat pada dasarian ketiga bulan April.

Kemudian Kecamatan Turikale, Mandai, Bantimurung, Simbang, Tanralili, Moncongloe, Tompobulu bagian barat dan sebagian Kecamatan Bontoa bagian timur awal musim kemaraunya pada bulan Mei dasarian kedua.

Sementara Tompobulu bagian utara awal musim kemarau Juni dasarian satu hingga dasarian tiga.

Untuk Kecamatan Camba, Mallawa, Cenrana bagian tengah hingga timur dan Tompobulu bagian timur laut awal musim kemaraunya pada Juli dasarian tiga.

Sedangkan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi antara Agustus dan September dan hampir semua Kecamatan di Kabupaten Maros puncak musik kemarau nya pada bulan Agustus. Sedangkan Cenrana, Camba dan Mallawa diprediksi pada September.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Laksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros, Frans Johan mengatakan ada beberapa Kecamatan yang biasanya rawan terkena dampak kekeringan mau pun kebakaran di saat musim kemarau.

"Jadi memang saat musim kemarau biasanya dampaknya kekeringan. Beberapa kecamatan rawan itu Kecamatan Bontoa dan sebagian Maros baru dan Marusu," pungkasnya.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook