alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pangkalan Udara Hasanuddin Kini Diperkuat Skadron 33

Najmi Limonu
Pangkalan Udara Hasanuddin Kini Diperkuat Skadron 33
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna meresmikan Skadron 33 di Lanud Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulsel, Jumat (14/06/2019). Foto: Istimewa

MAROS - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna meresmikan Skadron 33 di Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulsel, Jumat (14/06/2019).

Sebelumnya, skadron 27 juga diresmikan di Pangkalan Udara Manuhua, Biak, Papua. Kedua skadron ini difokuskan khusus untuk pesawat pengangkut seperti Hercules.

Marsekal TNI Yuyu Sutisna menyebutkan, kehadiran skadron 27 di Biak secara tidak langsung membantu pemerintah daerah dalam mendistribusikan kebutuhan bahan pokok bagi warga terpencil dan kepulauan terluar di Papua.



"Selain untuk operasi militer dan bencana, pesawat pengangkut, khususnya di Biak itu kita juga akan gunakan untuk menekan disparitas harga di wilayah pelosok. Pesawat kita akan kita gunakan untuk memasok bahan pokok juga," jelasnya.

Sementara skadron 33 di Lanud Hasanuddin, selain untuk pemerataan kekuatan ke wilayah timur, skadron yang baru ini diadakan untuk merespon perkembangan kekuatan pasukan dari Angkatan Darat (AD dan Angkatan Laut (AL).

Serta bertujuan untuk mengantisipasi kondisi darurat kebencanaan dan persoalan disparitas harga di daerah pelosok.

"Di sini itu kita punya kekuatan militer yakni divisi III Kostrad dari Angkatan Darat, yang difasilitiasi PPRC. Nah untuk mendukung pergerakan mereka, makanya dibutuhkan satu skadron udara untuk percepatan pergerakan mereka jika dibutuhkan," terang Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

"Selain itu juga untuk kebencanaan. Apalagi Indonesia dikelilingi gunung merapi. Sehingga setiap saat bencana alam bisa saja terjadi tanpa kita duga. Seperti halnya kejadian beberapa waktu lalu di kota Palu, tanggap kedaruratan semuanya digerakkan ke tempat ini, sebagai kawasan Indonesia timur," sambung dia.

Saat ini, sakdron 33 baru memiliki empat pesawat hercules dengan jumlah total personil sebanyak 71 orang. Dikomandoi oleh Letkol Pnb Agus Rohimat yang juga mantan Komandan Skadron 32 Malang.

"Pesawat hercules yang kita siapkan di Skadron 33 ini, sebanyak 4 unit. Satu dari Lanud Halim dan tiga dari Lanud Abdurahman Saleh di Malang. Personilnya kita juga ambil dari dua skadron sebelumnya, termasuk komandannya," Marsekal TNI Yuyu Sutisna.
 
TNI AU pun tengah menunggu lima pesawat hercules jenis J dari Amerika Serikat. Rencananya, pesawat baru itu akan didistribusikan di seluruh skadron udara di Indonesia.

Selain lebih efisien, pesawat baru itu telah dilengkapi dengan peralatan canggih. Hanya saja, waktu kedatangannya diprediksi di tahun 2022 mendatang.

"Peminat pesawat ini cukup banyak. Kita sudah mengantri sejak dua tahun lalu. Dan kita berada di urutan 30-an dalam antrian untuk mendapatkan pesawat tersebut. Jadi kemungkinan, pesawat-pesawat itu akan tiba sekitar dua tahun mendatang," tutupnya.

Sementara itu Kepala Penerangan Lanud Hasanuddin, Henny Purwani menambahkan jika kehadiran skadron 33 di menambah jumlah skadron yang ada saat ini.

Sebelumnya Lanud Hasanuddin telah memiliki skadron 5 dan skadron 11. Skadron 5 merupakan skadron yang dipindahkan dari Lanud Abdul Rahman Saleh Malang. Skadron ini mengoperasikan pesawat Boing 737- 200.

"Tugas pokok adalah pengintaian udara strategis serta pengawasan, pengamanan ZEE dan jalur lintas laut  di seluruh Indonesia. Sementara skadron 11, mengoperasikan pesawat tempur Sukhoi jenis SU-27SK dan  SU-30MK/MK2," tambahnya.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook