alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sempat Digaris Polisi, Kapal Latih Disdik Sulsel Kini Difungsikan

Faisal Mustafa
Sempat Digaris Polisi, Kapal Latih Disdik Sulsel Kini Difungsikan
Kapal latih SMK Kemaritiman saat diberi garis polisi di Pelabuhan Nusantara Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Foto: Dok/SINDOnews

MAKASSAR - Penyidik Tipikor Polrestabes Makassar menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Pendidikan (DisdiK) Sulsel, Irman Yasin Limpo, terkait dugaan koruspi pengadaan delapan kapal latih SMK Kematiriman.

Rencananya, None sapaan akrab kepala dinas akan diperiksa pada Senin (17/06/2019) besok. (Baca juga: Tersangka Kasus Kapal Latih Disdik Sulsel Segera Ditetapkan)

"Iya rencananya besok (Senin) pemeriksaannya, pemeriksaan (kepala dinas) masih sebagai saksi," aku Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indraatmoko saat dikonfirmasi, Minggu (16/06/2019).



Sebelumnya, status kasus ini dinaikkan ke tahap penyidikan meski belum ada satu pun tersangka yang ditetapkan. Dan bahkan penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, seperti beberapa pegawai dari Disdik Sulsel dan panitia lelang.

Untuk mengetahui adanya kerugian negara, penyidik saat ini tengah menunggu hasil penghitungan kerugian negara yang dilakukan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Jakarta.

Terpisah, salah satu anggota Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel yang enggan disebutkan namanya menyatakan jika delapan kapal latih tersebut telah dioperasikan setelah diberikan ke sekolah-sekolah penerima bantuan.

Sebelumnya, delapan kapal latih itu diberi garis polisi saat masih terparkir di Pelabuhan Nusantara Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

"Tapi memang itu sudah dibagikan di sekolah-sekolah setelah dibuka police line (garis polisi). Sudah dipakai mi di sekolah-sekolah juga, karena waktu itu memang anak-anak mau pakai ujian UKK (ujian Kompetensi Keahlian) kenapa kemarin dibuka karena itu," akunya kepada SINDOnews.

"Sebelum ujian itu memang kita sampaikan (ke polisi), dan polisinya merespon baik, karena itukan memang sudah diperiksa. Pas sehari setelah dibuka police line-nya, langsung kita serahkan," sebut dia menambahkan.

"Tidak bisa juga lama (disegel), karena barang-barang di atas kapal itu mahal, siapa yang mau tanggung jawab kalau ada yang hilang, kalau sudah diserahkan ke sekolah kan tanggung jawab sekolah mi untuk merawat itu barang," tutup pria yang enggan disebutkan identitasnya itu.

Diketahui, kapal latih itu difungsikan sebagai laboratorium maritim di beberapa sekolah penerima bantuan, seperti SMKN 3 Jeneponto, SMKN 2 Bantaeng, SMKN 9 Makassar, SMKN 3 Bulukumba, dan sejumlah sekolah lainnya di Sulsel.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook