alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Andi Kumala Idjo Tegaskan Dirinya Masih Pelaksana Raja Gowa

Herni Amir
Andi Kumala Idjo Tegaskan Dirinya Masih Pelaksana Raja Gowa
Andi Kumala Andi Idjo tegaskan dirinya masih Pelaksana Tugas (Plt) Raja Gowa. Foto: Ilustrasi/SINDOnews

SUNGGUMINASA - Andi Kumala Andi Idjo menegaskan dirinya masih tetap sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Raja Gowa sesuai pemberian mandat ketika Raja Gowa, Andi Maddusila wafat.

Dia pun menegaskan pencabutan statusnya selaku Plt Raja Gowa pada rapat yang digelar Dewan Pemangku Adat bersama Perangkat Adat Kerajaan Gowa, Sabtu (15/06/2019) malam, tidak sah.

Menurut Andi Kumala, pencabutan statusnya hanya bisa dilakukan oleh Dewa Adat Tinggi. (Baca juga: Dewan Adat Cabut Status Plt Raja Gowa Andi Kumala Idjo)



"Itu tidak sah (pencabutan), Andi Makmum yang mengeluarkan mandat.  Yang berhak mencabut dia juga," pungkasnya, Minggu (16/06/2019).

Dia memaparkan, semua perangkat adat kerajaan Gowa telah demisioner pascameninggalnya Raja Gowa Andi Maddusila, tahun 2018 lalu. Sehingga Andi Kumala mengklaim jika dirinya memiliki hak untuk menyusun perangkat adat yang baru.

"Ini juga bukan lagi kerajaan seperti dulu, punya kekuasaan. Kita hanya sebagai pelestari budaya yang telah digariskan oleh leluhur," tandas dia.

Sementara itu terkait pencabutan laporan pembobolan Istana Balla Lompoa ke Mabes Polri diakuinya dilakukan oleh utusan Dewan Adat Tinggi. Utusan tersebut berjumlah tiga orang. Dipimpin oleh Andi  Masualle bersama Didis Abdi Abubaeda sebagai pelapor.

Andi Kumala mengatakan dirinya hanya sebatas menerima laporan soal rencana tersebut.

"Saya tidak terlibat dalam pencabutan itu, tetapi Andi Masualle bersama Didis," bebernya.

Mereka juga katanya, telah melapor ke Dewan Adat Tinggi, Andi Makmum Bau Tayang. (Baca juga: Kerajaan Gowa Tolak Cabut Laporan Pengrusakan Balla Lompoa di Mabes)

"Jadi saya sampaikan silakan berangkat kalau begitu," sambung Andi Kumala.

Diketahui anggota keluarga Kerajaan Gowa sebelumnya melaporkan kasus dugaan pengrusakan bersama-sama Pintu Kerajaan Gowa tahun 2016 lalu.

Ketika itu, keluarga kerajaan melaporkan adanya pembukaan paksa pintu masuk di Museum Balla Lompoa, bahkan membawa gurinda untuk membuka brankas.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook