alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kinerja PKM Mapilli Akan Dievaluasi Menyusul Kematian Korban DBD

Asrianto Suardi
Kinerja PKM Mapilli Akan Dievaluasi Menyusul Kematian Korban DBD
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polman, Suaib Nawawi. Foto: Asrianto Suardi/SINDOnews

POLEWALI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) akan mengevaluasi kinerja Puskesmas (PKM) Mappili menyusul adanya korban meninggal dunia akibat penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Korban, Amira (10) warga Dusun Talolo, Kelurahan Mapilli, Kecamatan Mapilli, meninggal dunia usai mendapat perawatan medis di RSUD Polewali pada Rabu (12/06/2019) pekan lalu.

Kasus ini mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Sebab, sebelum dirawat di ICU RSUD Polewali, anak semata wayang pasangan Rahim-Hasna berulang kali dilarikan ke Puskesmas Mapilli.



Saat di Puskesmas, korban hanya dianggap menderita demam biasa. Pihak keluarga merasa kecewa atas pelayanan kesehatan di sana, lantaran petugas puskesmas terkait malah menyuruh korban untuk dipulang.

Padahal nyatanya, korban terserang penyakit DBD yang menyebabkan nyawanya melayang.
 
Menurut Kepala Dinkes Polman, Andi Suaib Nawawi, pada saat korban di bawa ke Puskesmas Mapilli, petugas belum menemukan adanya tanda klinis DBB.

"Di puskesmas Wonomulyo, penderita langsung dirujuk karena sudah sangat jelas tanda-tanda klinis bahwa ini DBD yang perlu penanganan intensif di rumah sakit," pungkasnya kepada SINDOnews, Minggu (16/06/2019).

Salah satu relawan Komunitas 2000, Abdul Razak mengaku sangat menyayangkan penanganan yang dilakukan oleh pihak Puskesmas Mapilli.

"Kasihan korban, harusnya ditangani dengan baik oleh petugas Puskesmas," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Mapilli, Saldi Kursani saat dikonfirmasi mengaku telah melaporkan kasus DBD ini ke dinas kesehatan.

Dia pun berjanji akan segera melakukan penanganan untuk mengantisipasi semakin meluasnya dampak dari penyakit DBD. Pihaknya juga telah melakukan pengasapan atau fogging.

Kepada masyarakat, lanjutnya, diimbau untuk melaporkan atau memeriksakan keluarganya menemukan adanya tanda-tanda gejala BDB.

"Supaya kami bisa lakukan tindakan penanganan dan pengobatan kepada korban," ujarnya.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook