alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Petani Pelaku Pembunuhan di Pangkep Divonis 15 Tahun Penjara

Muhammad Subhan
Petani Pelaku Pembunuhan di Pangkep Divonis 15 Tahun Penjara
Sejumlah anggota polisi dari Polres Pangkep, berjaga di Pengadilan Negeri Pangkep saat persidangan kasus pembunuhan di Balocci yang dilakukan oleh seorang petani. Foto: Sindonews/Muhammad Subhan

PANGKEP - Majelis hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Pangkep, menjatuhkan putusan 15 tahun penjara bagi Junaedi (44 tahun) terdakwa kasus pembunuhan yang terjadi di Kampung Jennae, Kecamatan Balocci Desember lalu. Junaedi didakwa setelah menganiaya Jamaluddin (60 tahun) hingga tewas.

Menurut Humas PN Pangkep, Andi Imran, proses persidangan dilakukan sejak tiga bulan ini dengan memeriksa seluruh alat bukti dan mendengarkan saksi-saksi.

Berdasarkan fakta sidang, Junaedi dikenakan pasal 340 subsider 338 atau 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Putusan ini merupakan tuntutan maksimal sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum.



"Kami kenakan pasal maksimal pasal 338 KUHP pidana dengan hukuman 15 tahun pidana," kata Imran di Kantor PN Pangkep, Senin (17/5/2019).

Imran mengatakan, terdakwa sendiri belum menentukan sikap atas putusan tersebut. Kepada pengadilan, terdakwa Junaedi menyatakan masih pikir-pikir atas putusan tersebut.

Sejumlah keluarga korban yang hadir dalam sidang tersebut enggan berbicara kepada wartawan. Namun kepada anggota polisi mereka mengatakan menerima putusan PN atas terdakwa.

Kejadian ini terjadi, pada Selasa pagi (11/12/2018) ketika berlangsung cepat. Pelaku yang juga petani, Junaedi (44 tahun) ini menuturkan, saat kejadian tak ada orang selain dirinya dengan korban, Jamaluddin (62 tahun). Ketika itu dirinya sedang membersihkan lahannya dengan sebilah parang pelaku datang dan menunjuk kearahnya.

Hal tersebut dianggap Juanedi sebagai tindakan yang mrendahkan dan tanpa bertanya, Junaedi langsung mengayunkan parangnya dengan membabi buta hingga korban tersungkur. Usai menganiaya korbanya, Junaedi menyerahkan diri ke kantor polisi.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif