alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Surat Pengembalian Biaya DAK 2016 Beredar, Taufan Pawe: Hoax

Darwiaty Dalle
Surat Pengembalian Biaya DAK 2016 Beredar, Taufan Pawe: Hoax
Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe. Foto: Darwiaty Dalle/SINDOnews

PAREPARE - Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe angkat bicara terkait beredarnya surat pernyataan pengembalian biaya pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 sebesar Rp1,5 miliar.

Surat pernyataan bermaterai itu beredar luas di media sosial (medsos) menyerat nama Taufan Pawe. Dia disebut-sebut memerintahkan penyerahan dana untuk pengurusan proyek sektor jalan dari DAK Tambahan Perubahan 2016.

Turut serta Muh Yamin saat masih menjabat Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Parepare bersama dua ASN lainnya, yakni Taufiqurrahman dan Syamsul Idam menandatangani surat pernyataan tersebut.



Surat yang beredar itu diketahui upaya pengembalian biaya kepada salah satu pengusaha asal Papua.

Saat dikonfirmasi, Taufan Pawe menegaskan jika surat itu hoax.

Pihaknya pun telah mengambil langkah dengan menegur atasan langsung ASN yang turut bertandatangan pada surat itu. Termasuk memanggil langsung ASN bersangkutan untuk dimintai klarifikasinya.

"Mereka (ASN) tidak tahu masalah. Mereka juga baru baca isi suratnya karena mereka memang tidak tahu menahu soal surat itu dan bertandatangan karena di bawah tekanan. Yang jelas itu tidak benar. Mengurus DAK dengan uang pun tidak benar, mau ditangkap sama KPK," pungkas Taufan Pawe, Senin (17/06/2019).

Dia pun menegaskan tidak khawatir dengan kasus yang menjerat bawahannya itu yang saat ini tengah berproses di kepolisian.

"Hukum itu soal bukti, bukan asumsi. Saya silahkan saja diproses," ujarnya.

Sementara itu, Muh Yamin saat dikonfirmasi membenarkan jika ada peristiwa yang terjadi berdasarkan isi surat pernyataan yang beredar tersebut.

Dia juga tak menampik jika telah menandatangani surat itu bersama dua orang stafnya yang ikut mengantar dana pengembalian biaya pengurusan DAK itu saat masih menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Parepare.

"Yang jelas, ada peristiwa yang terjadi sesuai yang tercantum dalam surat tersebut. Tapi itu dokumen pribadi saya yang dibuat saat penyerahan dana. Yang ketik pun bukan saya dan turut saya lampirkan dalam berkas di kepolisian. Tapi saya tidak tahu siapa yang menyebarkan," akunya.
 
Muh Yamin juga mengakui jika dana yang diserahkan tersebut berasal dari anggaran dinas kesehatan saat dirinya masih menjabat kepala dinas. Apa yang dikemukakan pihaknya, lanjutnya, adalah apa yang menurutnya betul.

Bahkan dirinya siap dipenjara sejauh semua yang salah dan terlibat dalam kasus tersebut juga ikut dipenjara.

"Jika menurut tafsiran hukum saya harus disalahkan dan harus dipenjara, itu namanya resiko jabatan. Tentu tidak sendiri. Dan saya bukan penikmat. Saya hanya mediator," bebernya.

Dia menambahkan, semua pihak yang disebut terlibat dalam rentetan penggunaan anggaran dinas kesehatan hingga menjadi kasus yang menjeratnya, berhak menyangkal.

"Tapi nantilah kita lihat prosesnya di kepolisian," tandas Muh Yamin.

Dikonfirmasi terpisah, Syamsul Idham tidak menampik jika ikut bertandatangan dalam surat tersebut.  Namun dia tidak tahu isi surat ketika dimintai bertandatangan.

"Saya bertandatangan karena saya bawahan dan di suruh oleh atasan. Alasannya, sebagai saksi," bebernya.

Syamsul juga tidak membantah jika ikut menemani Muh Yamin ke Makassar. Secara tegas kata dia, tidak ada penyerahan uang seperti yang disebutkan dalam surat pernyataan tersebut.

"Saya tidak fokus jadi tidak tahu isi suratnya waktu bertandatangan. Yang jelas, saya tandatangani akhir Desember 2018 lalu, saat beliau (Yamin) masih menjabat Kadiskes. Bukan tahun 2016," terang Syamsul Idham.

Sekadar diketahui, munculnya sejumlah nama pejabat dan mantan pejabat tersebut terkait dengan kisruh kasus raibnya anggaran Dinkes Parepare tahun 2018 lalu. Jumlahnya mencapai Rp6,7 miliar dan saat ini bergulir di Polres Parepare.

Imbas dari raibnya dana tersebut, sejumlah kegiatan dan gaji tenaga medis tidak terbayarkan di triwulan keempat 2018. Salah satunya dirasakan para driver mobil Call Center 112 Parepare.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads