alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kakak Beradik di Makassar Kompak Jalani Bisnis Sabu-sabu

Faisal Mustafa
Kakak Beradik di Makassar Kompak Jalani Bisnis Sabu-sabu
Wakasat Res Narkoba Polrestabes Makassar, AKP Indra Waspada menunjukkan barang bukti yang disita dari kakak beradik pengedar sabu-sabu. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Jajaran Sat Res Narkoba Polrestabes Makassar mengamankan kakak beradik pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu, Senin (17/06/2019).

Kedua pelaku diamankan di tempat terpisah, masing-masing Muh Lukman (36) dan Asrida alias Ida (42). Pelaku Lukman pertama kali diringkus di bilangan Jalan Lagaligo, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar.

Menurut Wakasat Res Narkoba Polrestabes Makassar, AKP Indra Waspada, penangkapan Lukman oleh tim ubur-ubur dilakukan saat setelah pihaknya menerima informasi akan terjadi transaksi narkoba di lokasi penangkapan.



"Mendapat informasi tersebut di Jalan Lagaligo kita berhentikan seseorang yang diduga membawa narkoba jenis sabu-sabu atas nama sodara Lukman. Dalam penguasaan yang bersangkutan kita temukan satu saset kecil narkotika jenis sabu seberat 1 gram, kemudian kita kembangkan bahwa barang tersebut merupakan barang dari saudaranya, Asrida," ungkap Indra Waspada, Selasa (18/06/2019).

Saat dilakukan pengembangan, pelaku Asrida tak berkutik saat diamankan di rumah Lukman, Jalan Kandea 3, Kecamatan Bontoala, Makassar.

Dari tangan Asrida, polisi menyita barang bukti berupa puluhan gram sabu-sabu.

"Kita amankan satu saset sedang sabu seberat 10 gram, tiga saset sabu masing-masing lima gram dan dua gram sabu-sabu di dalam dua saset bening. satu gram di dalam satu saset bening dan beberapa bungkus plastik sedang kosong," beber Indra Waspada menambahkan.

Saat diinterogasi, pelaku Asrida mengaku memperoleh barang haram itu dari seorang tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Dalam menjalankan bisnis haram ini, Asrida bertindak sebagai pengendali. Sedangkan adiknya Lukman selaku kurir.

"Jadi dari pengakuan mereka barang itu berasal dari salah seorang napi di lembaga pemasyarakatan," bebernya.

"Satu lagi, dari pengakuan Lukman bahwa dia digaji kakaknya sekali mengantar itu Rp200 ribu," kunci Indra Waspada.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook