alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Jaksa Agung Venezuela Selidiki Dugaan Korupsi Juan Guaido

Agus Nyomba
Jaksa Agung Venezuela Selidiki Dugaan Korupsi Juan Guaido
Jaksa Agung Venezuela Tarek William Saab menyebut Juan Guaido sebagai bos mafia korupsi, setelah pihaknya menyelidiki dugaan korupsi bantuan. Foto: Istimewa

CARACAS - Ketua jaksa Agung Venezuela menuduh pemimpin oposisi Juan Guaido terlibat langsung dalam penyalahgunaan uang korupsi bantuan dari pemerintah Kolombian dan PBB.

Jaksa Agung Venezuela Tarek William Saab mengumumkan Selasa bahwa kantornya telah membuka penyelidikan atas laporan korupsi baru-baru ini di tengah anggota partai politik yang dipimpin Juan Guaido yang bertugas merawat para desertir Venezuela.

"Kementerian memprakarsai investigasi kriminal atas dasar bukti yang dipublikasikan oleh media internasional dan otoritas nasional tentang korupsi dalam penanganan atau uang yang dialokasikan untuk membantu Venezuela di Kolombia," katanya dalam konferensi pers yang dikutip di Sputnik, Rabu, (19/06/2019).



Awal pekan ini, media melaporkan bahwa dua perwakilan Guaido, yakni Rossana Edith Barrera dan Kevin Javier Rojas, telah menyelewengkan puluhan ribu dolar yang dialokasikan oleh otoritas Kolombia dan Badan Pengungsi PBB dengan menggembungkan jumlah desertir dalam perawatan mereka, menggunakan uang itu untuk keuntungan mereka sendiri. Skema ini menjadi umum setelah hotel di kota perbatasan Cucuta dan mengusir pembelot karena tagihan yang belum dibayar, yang mencapai 20.000 dolar.

Menurut Saab, keduanya menggunakan uang itu untuk "pengeluaran pribadi, alkohol, dan bahkan pelacur; uang itu juga diyakini telah digunakan untuk membiayai destabilisasi Venezuela,” menurut laporan Europe Press.

Saab memilih Guaido sebagai bos "mafia korupsi," dengan mengatakan pemimpin oposisi bertanggung jawab atas seluruh skema.

"[Barrera dan Rojas] adalah penulis materi dan Guaido adalah penulis intelektual," kata Saab, menurut Europe Press.

"Dalam hal ini, kami mencurigai warga ini mencuci uang, korupsi dan kejahatan terorganisir," lanjutnya.

Saab secara resmi meminta otoritas Kolombia untuk memberikan bukti bahwa mereka memiliki kesalahan atau perwakilan Guaido, yang disebutnya sebagai "penjahat" dan "benda yang tidak diinginkan."

"Dana yang disalahgunakan oleh orang-orang ini yang ditunjuk oleh Guaido sebagai wakilnya di Kolombia adalah tugas dari Venezuela, jadi itu berada di yurisdiksi kami untuk menyelidiki," kata Saab.

Menyusul laporan tersebut, Guaido mengatakan ia tidak akan mentolerir korupsi di antara jajarannya dan mengumumkan penyelidikan sendiri.

Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementaradi Venezuela pada Januari, menuntut agar presiden yang terpilih secara sah, Nicolas Maduro, mundur. Guaido meminta militer Venezuela untuk bergabung dengan perjuangannya, menjanjikan amnesti kepada semua pembelot, tetapi tentara tetap setia kepada Maduro, yang adalah panglima tertinggi sesuai dengan konstitusi negara. Guaido dituduh atau melakukan kudeta 30 April yang gagal.

Maduro diakui sebagai pemimpin Venezuela oleh Rusia, Cina, Turki dan sejumlah negara lain. AS dan sekutunya mengakui Guaido sebagai presiden Venezuela.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook