alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Didakwa Pasal Berlapis, Eks Panglima Laskar Jihad Tak Ajukan Keberatan

Vivi Riski Indriani
Didakwa Pasal Berlapis, Eks Panglima Laskar Jihad Tak Ajukan Keberatan
Mantan pemimpin Laskar Jihad, Jafar Umar Thalib tak mengajukan nota keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum yang mendudukkannya sebagai terdakwa kasus. Foto : SINDOnews/Vivi Riski Indriani

MAKASSAR - Mantan Panglima Laskar Jihad, Jafar Umar Thalib tak mengajukan nota keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum yang mendudukkannya sebagai terdakwa kasus.

"Terdakwa tidak mengajukan eksepsi untuk mempercepat proses persidangan," ujar penasehat hukum terdakwa, Achmad Michdan, di hadapan majelis hakim PN Makassar.

Dalam dakwaan primair, terdakwa Jafar Umar Thalib di dakwa Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api, amunisi, bahan peledak, senjata pemukul, senjata penikam, senjata penusuk, dengan ancaman hukuman setinggi-tingginya sepuluh tahun penjara.



Sedangkan dalam dakwaan subsider, terdakwa didakwa Pasal 170 Ayat (1) KUHP tentang pengrusakan dengan ancaman pidana penjara lima tahun enam bulan.

Dengan tidak diajukannya eksepsi, Achamd berharap agar proses persidangan bisa secepatnya selesai. Terlebih kasus yang mendudukan Jafar bersama enam pengikutnya ini hanyalah perkara tindak pidana biasa.

Kata Achmad, saat kejadian, Jafar Umar Thalib sedang melakukan tausiah di salah satu masjid yang tidak jauh dari rumah korban di Jalan Protokol Koya Barat, Distrik Muara Tami, Jayapura pada 27 Februari 2019 lalu.

"Tapi mereka itu merasa terganggu dengan diputarnya lagu-lagu rohani, dan itu pagi hari yang mana toanya itu mengganggu betul sehingga ditegur," tuturnya.

Berkaitan dengan senjata tajam, Acmad tidak menapik adanya benda itu. Hanya saja, senjata tajam berupa pedang samurai itu digunakan untuk memutus kabel spiker milik korban Henock Niki.

"Itukan digunakan tidak untuk melakukan kepada orang yang melakukan gangguan itu, tapi kepada alatnya," pungkasnya.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook