alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Jafar Umar Thalib Diancam Pidana Maksimal 10 Tahun Penjara

Vivi Riski Indriani
Jafar Umar Thalib Diancam Pidana Maksimal 10 Tahun Penjara
Jafar Umar Thalib, eks Panglima Laskar Jihad Indonesia saat berkonsultasi dengan penasehat hukumnya saat mengikuti sidang lanjutan di Pengadila Negeri Makassar, Rabu, (19/06/2019). Foto: Sindonews/Vivi Riski Indriani

MAKASSAR - Jafar Umar Thalib, eks Panglima Laskar Jihad Indonesia bersama enam pengikutnya yakni Abdullah Jafar Umar Thalib, Subagiyo alias Abu Yahya, Abdul Rahman, Ihsan Jayadi, Anas Rikmawan, dan Mujahid Mursyid, menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Rabu, (19/06/2019).

Jafar Umar Thalib didudukkan senagai terdakwa atas kasus pengrusakan rumah milik Henock Niki di Jalan Protokol Koya Barat, Distrik Muara Tami, Jayapura pada 27 Februari 2019 lalu.

Dalam dakwaan primair jaksa penuntut umum (JPU), terdakwa Jafar Umar Thalib didakwa Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api, amunisi, bahan peledak, senjata pemukul, senjata penikam, senjata penusuk. Sedangkan dalam dakwaan subsidair, terdakwa didakwa Pasal 170 Ayat (1) KUHP tentang pengrusakan.



"Tadi pembacaan dakwaan yaitu Undang-Undang Darurat dan Pasal 170 KUHP. Kalau undang-undang darurat itu ancaman pidananya maksimal 10 tahun penjara, kalau Pasal 170 KUHP itu 5 tahun 6 bulan hukumannya," kata Moh Iryan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Agung RI, usai persidangan.

Atas dakwaan JPU, terdakwa melalui penasehat hukumnya mengaku tidak keberatan dan tidak akan mengajukan eksepsi sehingga sidang akan dilanjutkan Kamis 27 Juni 2019, pekan depan. Agendanya, pemeriksaan saksi-saksi.

"Terdakwa tidak mengajukan eksepsi untuk mempercepat proses persidangan," singkat Penasehat Hukum Terdakwa, Achmad Michdan, ucapnya.

Dengan tidak diajukannya eksepsi, Achamd berharap agar proses persidangan bisa secepatnya selesai. Terlebih kasus yang mendudukan Jafar bersama enam pengikutnya ini hanyalah perkara tindak pidana biasa.

Dimana pada saat kejadian, Jafar Umar Thalib sedang melakukan tausiah di salah satu masjid yang tidak jauh dari rumah korban di Jalan Protokol Koya Barat, Distrik Muara Tami, Jayapura pada 27 Februari 2019 lalu.

"Tapi mereka itu merasa terganggu dengan diputarnya lagu-lagu rohani, dan itu pagi hari yang mana toanya itu mengganggu betul sehingga ditegur," tuturnya.

Berkaitan dengan senjata tajam, Acmad tidak menapik adanya benda itu. Hanya saja, senjata tajam berupa pedang samurai itu digunakan untuk memutus kabel spiker milik korban Henock Niki.

"Itukan digunakan tidak untuk melakukan kepada orang yang melakukan gangguan itu, tapi kepada alatnya," ucapnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook