alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Lebih Ringan dari Tuntutan, Suami yang Gorok Istrinya Divonis 12 Tahun

Vivi Riski Indriani
Lebih Ringan dari Tuntutan, Suami yang Gorok Istrinya Divonis 12 Tahun
Hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar, menjatuhkan vonis penjara selama 12 tahun kepada Aryanto Jaya yang menggorok istrinya sendiri. Foto: Sindonews/Ilustrasi

MAKASSAR - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Makassar, menjatuhkan vonis penjara selama 12 tahun kepada Aryanto Jaya alias Mustakim, Rabu (19/06/2019).

Mustakim didudukkan sebagai terdakwa kasus pembunuhan sadis yang dilakukan terhadap istrinya Hasmira alias Mira di Perumahan Grand Sudiang Kecamatan Biringkanayya pada 16 Oktober 2014 silam.

Dalam amar putusan yang dibacakan oleh Majelis Hakim Ketua NI PT Sri Indayani, terdakwa Mustakim dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 44 Ayat (3) UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).



"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 12 tahun," kata Hakim Ketua, NI PT Sri Indayani di hadapan terdakwa.

Putusan majelis hakim lebih ringan tiga tahun dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Dimana pada sidang pembacaan tuntutan yang digelar 20 Mei lalu, terdakwa dituntut hukuman penjara selama 15 tahun.

"Hal-hal yang meringankan terdakwa mengaku bersalah dan menyesal atas perbuatannya," singkat Sri Indayani.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa naas ini terjadi di Perumahan Grand Sudiang Blok B Kelurahan Sudiang Kecamatan Biringkanayya Kota Makassar pada 16 Oktober 2014 silam.

Terdakwa merasa curiga istri yang telah memberikannya sati orang putra ini selingkuh dengan pria lain sehingga membuatnya gelap mata dan menghabisi nyawa istrinya dengan cara yang sangat sadis.

Pada saat kejadian, terdakwa mengambil sebilah parang dan menebas leher korban sebanyak dua kali dan pembantaian itu dilanjutkan dibagian lain tubuh korban. Akibatnya, korban mengalami luka bacok pada daerah belakang kepala, leher bahu kiri, punggung atas, lengan atas kiri dan lengan bawah kanan.

Setelah membantai sadis istrinya, terdakwa menutup jasad istrinya dengan kasur dalam kondisi bersimbah darah kemudian berlalu meninggalkan rumah dan melarikan diri ke Kalimantan Barat dan baru menyerahkan diri pada 23 September 2018 lalu.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads