alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Karena Inflasi, Anggaran Pilkada 12 Daerah di Sulsel Melonjak

Luqman Zainuddin
Karena Inflasi, Anggaran Pilkada 12 Daerah di Sulsel Melonjak
Kebutuhan anggaran untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Sulsel dipastikan naik dari anggaran yang mengalir pada event yang sama, periode lalu. Kenaikan itu, disebabkan oleh sejumlah indikator. Foto : SINDOnews/Ilustrasi

MAKASSAR - Kebutuhan anggaran untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Sulsel dipastikan naik dari anggaran yang mengalir pada event yang sama, periode lalu. Kenaikan itu, disebabkan oleh sejumlah indikator.

Komisioner Divisi Logistik dan Perencanaan KPU Sulsel, Syarifuddin Jurdi memaparkan, bahwa salah satu penyebab naiknya kebutuhan anggaran untuk Pilkada 2020 nanti karena inflasi dari item kebutuhan penyelenggara. Kenaikannya pun kata dia, akan bervariasi masing-masing kabupaten/kota.

"Naik, karena perhitungan inflasi. Itu pasti. Tidak bisa lagi, harganya sama. Kenaikan itu dengan mempertimbangkan inflasi," ungkap Jurdi kepada SINDOnews.



Jurdi mengambil contoh KPU kota Makassar. Jika pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar 2018 lalu, penyelenggara mendapat kucuran dana dari pemerintah sekira Rp60 miliar, maka pada event yang sama digelar tahun depan, KPU memprediksi kebutuhan di atas Rp70 miliar.

Saat ini, yang diperkirakan menyedot anggaran paling besar untuk penyelenggaraan Pilkada adalah pengadaa kotak dan bilik suara. Mengingat, item sama yang dipakai ketika Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 lalu adalah bahan sekali pakai. Sementara, item yang sama dari bahan aluminium bekas Pemilihan Gubernur Sulsel 2018 sudah dilelang sebagian kabupaten/kota.

"Nanti kan ada kotak dan bilik yang juga harus diadakan. Anggaran itu akan membengkak. Pertanyaannya, apakah kotak di Pemilu ini bisa dipakai atau tidak?. Kabupaten di Sulsel belum semuanya melelang aluminiumnya. Itu mereka bisa pakai. Tapi yang sudah lelang bagaimana? Seperti Bulukumba. Padahal dia Pilkada tahun depan," aku Jurdi.

Jurdi menyebut, sebagian KPU kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pilkada 2020 sudah merampungkan Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) penyelenggaraan Pilkada. Malah ada yang sudah menyetorkannya ke pemerintah daerah setempat untuk selanjutnya dibahas di DPRD.

Namun, sebelum itu, KPU Sulsel kata Jurdi akan mengumpulkan KPU 12 daerah dalam sebuah forum untuk membahas anggaran tersebut. Dalam pertemuan itu, mereka akan memperlihatkan draft RKA penyelenggaraan Pilkada.

"Pekan ini kita mengundang teman-teman untuk membicarakan anggaran Pilkada itu untuk 12 kabupaten/kota ini. Tapi, sebelum diundang DPRD kita baca dulu itu, program apa saja dari kabupaten/kota ini yang bisa kita, sinergikan. Kemampuan APBD untuk masing-masing kabupaten/kota itu tidak sama," pungkas dia.

Sekadar diketahui, salah satu kabupaten/kota yang telah menyetor RKA Pilkada adalah Soppeng. Usulannya mencapai Rp26 miliar. Sementara di KPU Kabupaten Gowa, juga sudah menghitung kebutuhan penyelenggaraan Pilkada, nilainya Rp40 miliar.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif