alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Jalur Prestasi Minim, Zonasi Diprediksi Bakal Membludak

Mustafa Layong
Jalur Prestasi Minim, Zonasi Diprediksi Bakal Membludak
Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel resmi menutup pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur prestasi dan perpindahan orang tua/wali tingkat SMA dan SMK. Foto : Ilustrasi/Istimewa

MAKASSAR - Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel resmi menutup pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur prestasi dan perpindahan orang tua/wali tingkat SMA dan SMK. Namun pendaftar tercatat sangat minim dibanding kuota.

Jalur prestasi dan perpindahan orang tua dimulai sejak tanggal 17 hingga 21 Juni. Namun dari kuota masing-masing 5% tak terpenuhi.

Tercatat hingga pukul 15.00 Wita, jumlah pendaftar jalur prestasi hanya mencapai 2.800 orang dari kuota 6.126 baik SMA maupun SMK. Sedangkan untuk pendaftar jalur perpindahan orang tua hanya 400 orang dari kuota yang sama.



Padahal, Kementerian Pendidikan RI dikabarkan akan menambah kuota jalur prestasi menjadi 15%. Akan tetapi penambahan itu belum diterapkan untuk PPDB di Sulsel hingga DisdiK menerima langsung petunjuk teknis terbaru.

Diketahui total daya tampung SMA negeri di Sulsel mencapai 77.130 kursi, dan SMK negeri mencapai 45.395 kursi. Lalu kuota untuk jalur prestasi dan afirmasi (difabel dan keluarga miskin) mencapai 90%. Rencannya jalur ini zonasi dan afirmasi untuk SMA dan jalur akademik untuk SMK akan digelar pekan depan, Senin hingga Jumat (24-29/6).

Apalagi diketahui, dari jumlah tamatan SMP di Sulsel 151.723 lulusan, baru 3.200 yang mendaftar melalui jalur prestasi dan perpindahan orang tua. Sehingga diprediksi jalur zonasi maupun akademik bakal diserbu pendaftar.

"Dari semua jalur lain (boarding shcool, prestasi, dan perpindahan orang tua), kita melihat kuota tersimpan sangat besar, jadi terlihat memang yang ditunggu masyarakat jalur domisili atau zonasi, kemungkinan ada nanti sekolah yang 100% diisi melalui jalur domisili," jelas Kepala Disdik Sulsel Irman Yasin Limpo saat menggelar siaran pers kemarin.

Dengan kondisi itu, panitia PPDB Sulsel harus mengantisipasi segala potensi hambatan pada jalur tersebut. Mulai kesiapan server untuk menerima login peserta, maupun operator setiap sekolah untuk melayani pendaftar yang datang.

None sapaan akrab Irman menyebutkan, Disdik telah melatih 60 orang relawan dari pergutuan tinggi di bidang IT. Sehingga mereka dapat membantu sekolah-sekolah yang kekurangan operator, khususnya sekolah besar atau favorit di Kota Makassar.

"Misalnya dalam sehari ada ribuan yang datang sementata ada sedikit operator. Sehingga mereka dapat membantu," kata None.

Selain itu, Disdik juga akan menyiapkan boad khusus untuk melayani pendaftaran yang ditempatkan di lima titik strategis di Kota Makassar, seperti bandara, mal dan lainnya. Disana telah disiapkan operator dan perangkat elektronik yang dapat digunakan pendaftar.

Selain menyiapkan perangkat, None mengharap masyarakat dapat melakukan pendaftaran sendiri melalui gawai mereka di rumah masing-masing. Sebab pendaftaran dapat diakses melalui laman website ppdbsulsel.epanrita.net.

"Minggu mulai dipasang, dan Senin mulai dioperasionalkan. Namun lebih penting kita berharap mengedukasi masyarakat untuk melaksanakan pendaftaran sendiri," jelasnya.

Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan, Disdik Sulsel Asqar menjelaskan, pihaknya sudah mengantisipasi gangguan server dan jaringan akibat membludaknya pendaftar di satu waktu bersamaan. Katanya, Disdik telah bekerjasama dengan salah satu penyedia layanan telekomunikasi sehingga dijamin server tetap mampu diakses 30 ribu perangkat perdetik.

"Provider menyampaikan biar 30 ribu mengakses perdetik tidak ada masalah. Sehingga kalau 150 ribu lulusan bisa diakses perdetiknya 38 ribu. Tidak harus ke sekolah, cukup di rumahnya bisa mendaftar secara online," terang Wakil Ketua Panitia PPDB Sulsel itu.

Sementara Ketua Panitia PPDB Sulsel Sabri menerangkan, jalur prestasi dan perpindahan orang tua ditetapkan dengan kuota maksimal. Sementara untuk jalur zonasi maupun akademik ditetapkan dengan kuota minimal. Sehingga dimungkinkan siswa yang tertampung melalui jalur domisili lebih dari 80%.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads