alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pemimpin Wanita, Perkaya Cara Pandang PT Vale Kelola Perusahaan

Suwarny Dammar
Pemimpin Wanita, Perkaya Cara Pandang PT Vale Kelola Perusahaan
Deputy Chief Executive Officer (CEO) PT Vale Indonesia Tbk, Febriany ten gah berbincang bersama sejumlah karyawan di areal Pabrik. Bagi Febriany, Diversity hair memperkaya cara pandang dalam mengelola sebuah perusahaan termasuk di PT Vale. Foto : Istimewa

MAKASSAR - Asap keluar dari sebuah cerobong pabrik. Lalu lalang kendaraan dump truck tak henti, mengangkut hasil produksi nikel pada sebuah perusahaan tambang berdomisili di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan.

Deru mesin tiada henti bersahutan di kawasan pabrik tersebut. Letaknya tepat berada di Jantung Sorowako. Adalah PT Vale Indonesia Tbk, menjadi perusahaan yang mengelola potensi nikel yang ada di Bumi Batara Guru ini.

Kehadirannya banyak memberi kontribusi positif bagi negeri ini, tak hanya dari sisi pendapatan tapi juga bagaimana mengelola potensi skill anak negeri.



Perusahaan asal Brazil ini begitu terbuka kepada mereka yang memiliki talenta baik dalam mengembangkan perusahaan. Tak memandang pula dari sisi gender, bahkan terlihat jika perusahaan ini begitu besar dalam mendorong jika perbedaan atau sebuah diversity mampu memperkaya cara perusahaan dalam mengembangkan usahanya.

Meski, pertambangan identik dengan maskulinitas. Namun, faktanya dalam pengembangan karir PT Vale sangat membuka ruang bagi perempuan untuk semakin mengasah kemampuannya.

Saat ini di PT Vale Indonesia Tbk tercatat sebanyak 243 karyawati yang menduduki berbagai posisi, bahkan yang identik dengan pekerjaan laki-laki seperti teknisi, spesialis, manager hingga direktur.

Salah satunya, ditunjukkan PT Vale, ketika pada Medio Januari 2019 mendapuk seorang perempuan dalam memimpin perusahaan. Peluang ini semakin menunjukkan jika, di tengah dominasi kaum pria justru menjadi motivasi bagi perempuan untuk memberikan yang terbaik.

Posisi itu dipercayakan pada Febriany untuk memimpin perusahaan pertambang multinasional PT Vale Indonesia Tbk dimulai dengan posisi Deputy Chief Executive Officer (CEO).

Tidak hanya satu posisi, dia juga menjabat Chief Financial Officer (CFO) perusahaan tambang dengan base operasional di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan. Rangkap jabatan ini menjadi bukti jika perempuan mampu bersaing di sektor pertambangan.

Bahkan, Febriany menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai CFO dan Deputy CEO di perusahaan tambang multinasional.

Menurut Febriany, diversity and inclusion atau keragaman dan inklusi sangatlah penting bagi perusahaan untuk dapat lebih maju.  Dia menuturkan, wanita akan melihat dari perspektif yg berbeda sehingga dapat memperkaya diskusi dan keputusan yang diambil.

“Saya rasa dunia tambang butuh lebih banyak wanita lagi untuk berkiprah, sehingga dapat memperkaya cara pandang terhadap strategi perusahaan,”ujarnya.

Dia menuturkan, dari perspektif personal, pihaknya merasa memiliki beban moril tinggi untuk berhasil sehingga tidak membuat konotasi negatif terhadap wanita dan lebih banyak lagi wanita yang ingin terjun ke dunia ini.

Bahkan, dia menegaskan, jika wanita di dunia yang didominasi kaum pria, harus percaya diri dan mampu membawa diri dengan baik.  “Di sisi lain, saya melihat banyak pria yang bersedia membantu. Selama perjalanan karir, saya banyak dibantu oleh mentor pria, jadi tidak perlu takut,”katanya.

Bahkan, dia berprinsip agar tidak meminta perlakuan istimewa, namun juga jangan membiarkan stereotipe yang melemahkan wanita menjadi persepsi yang benar.

“Justru kita harus menunjukan dengan tindakan yang nyata bahwa itu tidak benar. Selalu berupaya dengan tekun, jujur, berintegritas dan ikhlas, dalam memberikan yang terbaik dalam segala hal.

Febri juga merasa merasa cukup bangga, dimana di Vale, wanita dan pria diberi kesempatan yang sama untuk berkarir dan berkontribusi.

Hal serupa diungkapkan, Operator Alat Berat PT Vale Indonesia, Tbk, Erice Tungka. Sebagai seorang perempuan, profesinya sebagai operator rupanya tak jadi hambatan dalam mengembangkan karirnya.

Seperti pernyataan yang disampaikannya, pada laman website www.vale.com rubrik kisah kami. Erice Tungka mengungkapkan, sebagai perempuan, dulu tidak pernah membayangkan bisa mengendarai dump truck. Namun setelah mengikuti pelatihan dan menjalani tes, hingga bisa mengerjakan pekerjaan yang didominasi laki-laki.

“Ternyata saya punya potensi diri yang tidak disangka-sangka dan itu terlihat saat saya memutuskan untuk bekerja di PT Vale. Tantangan paling besar dalam pekerjaan saya adalah shift malam. Apalagi saya perempuan. Awalnya sulit untuk menahan kantuk dan menjaga stamina. Tapi itu hanya sebentar, berkat rekan-rekan yang saling mendukung dan lingkungan kerja yang menyenangkan, saya cepat beradaptasi. PT Vale sangat terbuka untuk mengembangkan karir,”paparnya.

Dia memaparkan, siapapun yang ingin maju dan kinerjanya baik, punya peluang untuk mendapat promosi. PT Vale juga mampu menyejahterakan karyawannya.

“Selain itu, saya juga merasa perusahaan begitu memperhatikan kesehatan dan keselamatan karyawan. Saya senang sekali bekerja di sini. Meskipun pekerjaan saya berat tapi saya menikmatinya,”paparnya.

Terpisah, Pengamat Pertambangan Indonesia, Budi Santoso mengungkapkan, memang saat ini sejumlah perusahaan termasuk multinasional kini semakin terbuka dalam mempekerjakan karyawannya yang tidak lagi mengacu pada isu gender.

Bahkan, kata, Anggota komite bersama KCMI (IAGI-PERHAPI) ini, justru mendorong dan mendukung peran perempuan utamanya dalam industry pertambangan.

“PT Vale dan perusahaan lainnya sudah terbuka memberi ruang bagi perempuan untuk mengembangkan skill mereka, karena bekerja di perusahaan tambang itu kini tak lagi identic dengan soal gender. Apalagi memang, lingkungannya juga kondusif untuk menempatkan tenaga perempuan sesuai kemampuan mereka,” ujar Direktur Centre for Indonesian Resources Strategic Studies (Cirrus) Budi Santoso.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook