alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

PPDB Jalur Zonasi Dikeluhkan Orang Tua Siswa di Maros

Najmi Limonu
PPDB Jalur Zonasi Dikeluhkan Orang Tua Siswa di Maros
PPDB jalur zonasi dikeluhkan oleh sejumlah orang tua di Maros. Itu karena aplikasi tidak online. Foto: Ilustrasi

MAROS - Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) jalur zonasi dikeluhkan oleh orangtua siswa. Pasalnya sejak pagi aplikasi PPDB online tidak bisa terbuka atau offline. Sehingga proses verifikasi pendaftaran terhambat.

Seperti di SMAN 1 Maros misalnya sejak pagi hingga pukul 10.40 Wita aplikasi sedang offline.

Salah satu orang tua siswa, Erlis mengaku sejak pagi datang di SMAN 1 Maros untuk mendaftarkan anaknya. Dia mengaku sudah datang ke SMAN 1 bersama anaknya. Namun sayangnya dia tidak mendapat nomor antrean.



"Datang jam 10.00 Wita sampai jam 14.00 wita tapi tidak dapat antrean. Jadi hari ini saya datang jam 07.00 Wita dan dapat antrean. Berkasnya juga sudah diperiksa manual sisa proses verifikasi online. Tapi katanya aplikasinya tidak bisa terbuka jadi harus menunggu lagi," jelasnya.

Dia mengaku kemungkinan masih akan menunggu hingga sore atau bahkan besok. Sebab informasi yang diterima yang berkas nya sudah masuk kemarin belum semua diverifikasi data secara online. Baru 100 sementara pendaftarnya kemarin 200 an orang.

"Ya kita masih menunggu karena aplikasi masih offline, sekarang saja sudah hampir jam 11.00," katanya.

Dia mengaku anaknya mendaftar jalur zonasi. Bila dilihat dari lokasi rumah mereka, anaknya tidak ada masalah.

Sementara Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Maros, Takbir mengatakan, pendaftaran PPDB telah berlangsung sejak kemarin. Namun aplikasinya tidak ada masalah. Baru hari ini offline. Dia mengatakan untuk penyedia jaringan dilakukan langsung Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel. Pihak sekolah hanya sebagai user atau pengguna layanan.

"Jadi kita hanya sebagai pengguna layanan saja dalam artian kita hanya pada proses verifikasi online bagi pendaftar," katanya.

Diakuinya aplikasi offline ini tak hanya terjadi di SMAN 1 Maros, namun berdampak pada semua sekolah di Sulsel. "Kita belum mendapat informasi hingga kapan. Tapi dari media katanya aplikasi ini akan dihentikan 24 jam," sebutnya.

Dia menjelaskan, peserta didik sebelum datang ke sekolah terlebih dahulu mendaftar sendiri secara online. Semua telah itu membawa print out bukti pendaftaran.

"Jadi mereka datang bawa berkasnya kemudian kita periksa manual kemudian dilakukan verifikasi secara online. Terutama dalam penentuan jarak tempat tinggal dngan sekolah atau zonasinya," katanya.

Dia menambahkan dari 650 pendaftar yang diverifikasi hingga pukul 10.30 Wita ini baru 160 yang diverifikasi.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook