alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Eks Bupati Pinrang Berpeluang Dapat Posisi di Pemprov Sulsel

Mustafa Layong
Eks Bupati Pinrang Berpeluang Dapat Posisi di Pemprov Sulsel
Mantan Bupati Pinrang Aslam Patonangi lolos seleksi berkas pada lelang jabatan eselon II yang dilakukan di Pemprov Sulsel. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Sebanyak 15 aparatur sipil negara (ASN) senior dari 16 pendaftar, diumumkan lulus seleksi administrasi pada lelang pejabat tinggi pratama (JPTP) atau eselon II di lingkup Pemprov Sulsel.

Sejak dibuka pada 10 Juni lalu, tercatat 16 ASN yang berasal dari berbagai instansi mendaftar untuk mengisi dua jabatan lowong di lingkup Pemprov Sulsel. Yakni Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi dan Asisten I Bidang Pemerintahan.

Selanjutnya, berdasarkan surat nomor 009/Pansel-JPT Pratama/IV/ Sulsel 2019, tertanggal 25 Juni, diumumkan 15 peserta yang lulus berkas. Dengan rincian delapan orang di posisi Asiseten Pemerintahan dan 7 orang lainnya di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi.



Berdasarkan selebaran pengumuman itu, terlihat nama mantan Bupati Pinrang Aslam Patonangi. ASN yang kini menempati kamar 05 di kantor Gubernur Sulsel itu dikabarkan menjadi kandidat utama yang bakal menempati jabatan Asisten Pemerintahan. Apalagi dengan pengalamannya sebagai bupati selama dua periode.

Lebih lanjut pelamar lain yang bersaing untuk posisi itu, yakni Aswin, Andi Mahmud Bancing, Andi Mirani, Baso Mannyurungi, Imran Nur, Abustan dan Abd Kahar Kudus.

Selanjutnya untuk jabatan Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi, nama Prof Rudy Djamaluddin yang disebut paling berpeluang mengisi posisi itu. Dia merupakan salah satu tenaga pemikir dan penyusun program percepatan pembangunand daerah.

Akademisi Fakultas Teknik Unhas ini masuk dalam deretan guru besar yang ada di Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

Nama Rudy sejak beberapa bulan lalu memang sudah dikaitkan akan mengisi salah satu jabatatan lingkup PU di Pemprov Sulsel. Hal itu diisukan setelah Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyatakan keinginannya menarik akademisi Unhas untuk masuk dalam kabinetnya, beberapa bulan setelah menjabat.

Bahkan, Rudy menjadi sosok yang mendampingi orang nomor satu di Sulsel itu saat melobi Kementerian PUPR untuk memberi bantuan anggaran sebesar Rp1,5 triliun.

Nama lain yang bersaing bersama Rudy yakni Muh Nasser Parawansa, Shafwan HR, Andi Laksmiwaty, Nirwan, Addy Jaya Putra dan Astina Abbas.

“Untuk dua jabatan ada 15 orang yang lulus berkas. Delapan orang lulus posisi asisten dan tujuh posisi Dinas Bina Marga," terang Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulsel Abdul Hayat Gani ditemui seusai menggelar rapat tertutup terkait hasil seleksi administrasi kemarin.

Katanya, terdapat satu pendaftar untuk jabatan Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi. Dia merupakan ASN asal Pemda Selayar yang gugur lantaran telah melewati syarat batas usia.

“Sesuai ketentuan ASN yang gugur hanya satu orang, dari selayar. Karena umur, dia sudah 56 lebih dari syarat 56. Dia mendaftar untuk posisi Bina Marga," kata Hayat.

Setelah dinyatakan lulus tahap administrasi, dijadwalkan 15 pendaftar akan kembali menjalani seleksi lanjutan, tes kompetensi (asesmen) di pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Manajemen Pemerintahan, LAN Antang, Jalan Raya Baruga, Kamis (27 Juni) mendatang.

Sementara, menanggapi tudingan proses lelang jabatan hanya formalitas, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menegaskan, semua proses dilakukan terbuka dan melibatkan tim panitia seleksi (pansel) yang profesional.

Tim Pansel diketahui diketuai Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani dan beranggotakan empat orang dari kalangan akademisi, Lembaga Administrasi Negara (LAN), praktisi, tokoh masyarakat dan unsur pemerintah.
“Lihat aja hasilnya, prediksi orang bisa, sepak bola saja bisa diprediksi siapa menang. Uji kompetensi aja liat, kapabilitasnya, integritasnya jadi nggak usah ragu, " tegas Nurdin.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads