alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Disdikbud Sulbar Jawab Keluhan Orang Tua Siswa Soal PPDB Jalur Zonasi

Asrianto Suardi
Disdikbud Sulbar Jawab Keluhan Orang Tua Siswa Soal PPDB Jalur Zonasi
Kondisi pendaftaran PPDB online 2019 di Kabupaten Polman, Sulbar. Foto: Asrianto Suardi/SINDOnews

POLEWALI - Sejumlah orang tua siswa di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mengeluhkan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online 2019 jalur zonasi tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Seperti yang disampaikan Milawati. Dirinya mengaku kesulitan dengan penerapan sistem yang terbilang baru ini.

"Saya harus bolak balik mencari jaringan ke sana kemari. Baru kembali lagi ke sekolah," pungkasnya saat ditemui di SMA Negeri 2 Polewali, Polman, Sulbar, Rabu (26/06/2019).



"Kasihan kalau orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya masuk di sekolah unggulan, tapi terbentur oleh zonasi," tandasnya menambahkan.

Untuk itu dia berharap agar sistem penerimaan siswa baru dikembalikan seperti dulu. Tujuannya agar tidak ada batasan dan sekat untuk menyekolahkan anak di sekolah unggulan.

Di sisi lain, Kepala SMA Negeri 2 Polewali, Muhammad Hatta mengatakan, telah disiapkan kuota sekitar 396 pada jalur zonasi. Itu terbagi dalam 10 kelas, lima kelas untuk jurusan IPA, empat kelas IPS, dan Bahasa dua kelas.

"Ada tiga jalur, yakni melalui jalur prestasi, mengikuti perpindahan orang tua dan jalur umum. Minggu lalu telah membuka pendaftaran melalui jalur prestasi dan perpindahan orang tua dan sekarang jalur umum," tuturnya.

Tanggapan berbeda justru disampaikan Ketua Panitia PPDB SMA Negeri 4 Polewali, Idawati. Semenjak jalur zonasi diterapkan, jumlah pendaftar meningkat hingga ratusan peserta.

Sebelumnya diterapkan jumlah peminat hanya berkisar 60 orang.

"Sebelumnya hanya dua kelas, sekarang menjadi tiga kelas. Dari 60 orang sekarang sekitar 108 orang siswa. Batas pendaftaran akan ditutup hingga tanggal 29 Juni mendatang. Kalau kami menilai ini sangat bagus pak," paparnya.

Begitu pun yang dikatakan Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar, Burhanuddin Bohari. Menurutnya, sistem yang telah diterapkan oleh pemerintah pusat ini sudah sangat bagus.

"Artinya kedepannya ini Mendikbud ingin agar semua sekolah sama. Jadi tidak ada lagi diskriminasi sekolah unggulan, semuanya sama. Tinggal bagaimana caranya memenuhi standar guru dan sarana di sekolah tersebut," terangnya.

"Penentuan zona wilayah setiap sekolah itu berdasarkan hasil rembuk bersama antara para kepala sekolah dan pengawas di setiap kabupaten untuk menentukan batas-batas wilayah zona," tutupnya.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook