alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kejari Bulukumba Banding Atas VonisTerdakwa Pembunuh Syahrul

Eky Hendrawan
Kejari Bulukumba Banding Atas VonisTerdakwa Pembunuh Syahrul
Kuasa Hukum Keluarga Korban Pembunuhan, Asrianto dan Ahmad Kurniawan Kadir saat menyaksikan rekonstruksi pembunuhan terhadap korban Syahrul beberapa waktu lalu. Foto: Eky Hendrawan/SINDOnews

BULUKUMBA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bulukumba yang menjatuhkan hukuman penjara 12 tahun terhadap tiga orang dan 10 tahun terhadap satu pelaku pembunuhan yang meregang nyawa korban Syahrul (23).

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Bulukumba, I Made Pasek mengatakan, pihaknya telah mengajukan banding atas putusan yang dijatuhkan hakim terhadap keempat terdakwa.

Upaya ini dilakukan sebab putusan hakim dianggao berbeda dengan pasal yang dituntutkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada persidangan dengan agenda putusan. (Baca juga: 3 Pelaku Pembunuhan Syahrul Divonis 12 Tahun, 1 Pelaku 10 Tahun)



"Putusan banding sudah kita ajukan kamarin. Jadi bukan terdakwa yang banding tapi dari JPU karena pasal yang dikenakan terhadap para terdakwa berbeda dengan pasal yang kami kenakan," katanya, Rabu (26/06/2019).

Pada pembacaan putusan di PN Bulukumba beberapa waktu lalu. Tiga majelis hakim Noer Sinah Hannan, Zera Ahmad, Iwan Harry Winarto menjatuhkan pasal 170 KUHP ayat tentang kekerasan yang mengakibatkan nyawa seseorang atau orang lain hilang.

I Made Pasek melanjutkan jika pihaknya mengenakan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana, dengan hukuman 20 tahun penjara kepada keempat yakni A Dedi Mappamadeng (28) alias Dedi, Laode Mauliding alias Alif (21) dan Wahyuda alias Yuda (19), sedangkan satu pelaku yang dijatuhi hukuman 10 tahun penjara yakni, Muh Ridwan (17).

"Pada banding ini kita ajukan pasal 340 tentang perencanaan pembunuhan. Kita sisa menunggu keputusan pengadilan," tambah I Made Pasek.

Sekedar diketahui, kasus pembunuhan ini melibatkan keempat terdakwa terjadi di Dusun Ponci, Desa Taccorong, Kecamatan Gantarang, pada Jumat (01/03/2019) lalu.

Sementara itu, Kuasa Hukum Keluarga Korban dari Kantor Hukum A.A.K dan Partner, Ahmad Kurniawan mengaku mendukung langkah upaya hukum yang ditempuh JPU melakukan banding.

"Kami mendukung langkah lanjutan yaitu banding, kami selaku penasihat hukum keluarga korban akan kawal terus sampai dimana muaranya," ucapnya.

"Kami dan pihak keluarga korban hanya minta seadil-adilnya, karena kami menilai ada unsur pembunuhan berencana terhadap penyebab kematian syahrul, ada kejanggalan namun tidak terlihat oleh majelis hakim," pungkasnya.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif