alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Hari Anti Narkoba Internasional di Polman Diperingati Lintas Sektor

Asrianto Suardi
Hari Anti Narkoba Internasional di Polman Diperingati Lintas Sektor
BNN Kabupaten Polman memperingati Hari Anti Narkoba Internasional 2019, Rabu (26/06/2019) malam. Foto: Asrianto Suardi/SINDOnews

POLEWALI - Hari Anti Narkoba Internasional atau disingkat HANI 2019 diperingati lintas sektor di alun-alun Kota Polewali, Pekkabata, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulbar, Rabu (26/06/2019).

Pada kesempatan ini dilakukan pendantanganan dukungan menolak narkoba oleh para pejabat lintas sektoral. Masing-masing Wakil Bupati Polman, Muh Natsir Rahmat, Kapolres, Kepala BNNK Polman, Dandim 1402/Polmas, Ketua Pengadilan Agama Polman, Ketua Pengadilan Negeri Polman, Kasdim 1402 Polmas, Kapolsek Polewali, Danki B Brimob, Kasat Narkoba Polres Polman, Kasi Pidum Kejari Polman.

Turut hadir unsur pelajar, pemuda dan Asosiasi Pedagang Alun-alun (ASPAL) Kabupaten Polman, serta ratusan pengunjung lainnya.



Kepala BNNK Polman, Syabri Syam dalam sambutannnya mengatakan, tema HANI 2019 dimaksudkan sebagai upaya serius BNN dalam melakukan pencegahan dini bagi generasi muda yang menjadi aset terpenting dalam pembangunan bangsa.

Apalagi Indonesia memiliki cita-cita sebagai negara dengan ekonomi terkuat kelima pada tahun 2045.

"Untuk mewujudkan tantangan tersebut diperlukan sumber daya manusia yang unggul dan tangguh, karena sumber daya manusia merupakan penggerak pembangunan terhadap kesejahteraan dan kemakmuran suatu bangsa dan negara," ucapnya.

Dia menambahkan, pembangunan manusia sebagai sumber daya pembangunan menekankan manusia sebagai pelaku pembangunan yang memiliki etos kerja produktif, keterampilan, kreativitas, disiplin, profesionalisme, serta memiliki kemampuan memanfaatkan, mengembangkan, dan menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTeK) yang berwawasan lingkungan mau pun kemampuan manajemen.

"Itu hanya bisa tercapai jika para milenial bersih dan menyatakan perang terbuka terhadap narkoba," tutup Syabri mengakhiri sambutannya.

Sementara itu, Kapolres Polman, AKBP Muhammad Rifai, yang  turut menyampaikan sambutan menyebut bahwa Polewali Mandar masuk dalam kategori rawan narkoba. Hal ini terbukti dengan maraknya pengungkapan kasus narkoba yang ditangani oleh Polres Polman.

Hingga Juni 2019, Polres Polman berhasil mengungkap lebih dari 30 kasus kejahatan narkotika.

"Kejahatan Narkotika masuk dalam kategori kejahatan luar biasa karena berimplikasi buruk terhadap tatanan sosial, berbangsa, dan bernegara," tuturnya.

Sedangkan Wakil Bupati Polewali Mandar, Muh Natsir Rahmat menekankan pentingnya generasi muda dilibatkan sebagai penggiat dalam mengkampanyekan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di masyarakat.

Hal ini dikarenakan generasi muda atau milenial dalam kesehariannya selalu menggunakan teknologi. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi tersebut, generasi milenial akan sangat mudah untuk menyebarluaskan informasi mengenai upaya penanggulangan permasalahan narkotika.

"Terima kasih kepada BNN Polman dan semua pihak yang telah melakukan upaya-upaya nyata dan serius untuk menyelamatkan generasi muda Polewali Mandar dari bahaya narkotika," ujarnya.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook