alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Dana Rp5 Miliar Milik Proyek Stadion Barombong Disimpan Sementara

Mustafa Layong
Dana Rp5 Miliar Milik Proyek Stadion Barombong Disimpan Sementara
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel telah menghentikan sementara megaproyek Stadion Barombong. Pembangunan stadion akan kembali dilanjutkan jika dua syarat dipenuhi. Foto : SINDOnews/Muchtamir Zaide

MAKASSAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel telah menghentikan sementara megaproyek Stadion Barombong. Pembangunan stadion akan kembali dilanjutkan jika dua syarat dipenuhi.

Pelaksana tugas Inspektur Daerah Sulsel Salim Abdul Rahman menegaskan dua syarat tersebut merupakan isi dari dua rekomendasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Yakni terkait status seluruh lahan tempat stadion berdiri yang harus sertifikat kepemilikan. Serta adanya hasil audit konstruksi secara menyeluruh terhadap setiap bagian bangunan Stadion Barombong.



“Dari kedua kesimpulan ini, Stadion Barombong disetop untuk sementara pembangunan-nya setelah selesai kedua audit tersebut baru bisa dilanjutkan,” kata Salim.

Dengan demikian, anggaran untuk kelanjutan Stadion Barombong yang dialokasikan sebesar Rp5 miliar dalam APBD Sulsel 2019 tidak akan dibelanjakan. Rekomendasi dari BPKP keluar setelah lembaga negara itu melakukan audit.

Jika kedua persoalan itu selesai, Salim menegaskan proyek stadion kembali dilanjutkan. “Yang lima miliar tahun ini disetop, makanya ini atas kesimpulan BPKP. Kita berharap semoga tahun depan bisa diselesaikan. Kasihan juga kalau rusak nanti,” jelas Salim.

Salim menjelaskan, sebagian lahan di area pembangunan stadion tidak memiliki alas hak yang jelas, lantaran Pemprov Susel belum memiliki sertifikatnya. Khususnya penyerahan hibah lahan dari PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD). Padahal berdasarkan aturan, kata dia, pembangunan proyek APBD maupun APBN mesti tuntas status lahannya terlebih dahulu.

Sementara menurut informasi dari internal Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel, alas hak lahan pembangunan Stadion Barombong telah tuntas. Hanya saja 3,35 hektare lahan hasil penyerahan hibah PT GMTD belum diserahkan dalam bentuk sertifikat tanah. Lahan itu tepat di bawah bangunan stadion yang memiliki luas 3,88 hektare.

Sisanya merupakan hasil pembebasan lahan dari masayarakat oleh Biro Aset Pemprov Sulsel yang telah memiliki sertifikat. Dengan rincian sertifikat Dinas Pariwisata (16.174 m2), dibebaskan Biro Aset dari warga Reggo (3.800 m2 ) dan dari Rosma (7.487 m2).

Selain itu, diketahui realisasi konstruksi fisik dari APBD dan APBN dari DID 2017 sebesar 68,64%. Sementara besaran anggaran yang telah digelontorkan sudah mencapai lebih Rp226 miliar dari periode 2013 hingga 2018.

Hasil audit keuangan terhadap proyek multiyear Stadion Barombong memprediksi besaran anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan stadion dan fasilitas pendukungnnya masih cukup besar yakni sekitar Rp500 miliar.

Dengan jumlah sebesar itu, tidak akan mungkin dibebankan seluruhnya dari APBD Sulsel. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pesimistis proyek raksasa ini bisa diselesaikan dalam waktu singkat jika hanya mengandalkan APBD.

“Kita prediksi dua peroyek besar ini, Masjid 99 Kuba dan Barombong, kurang lebih Rp600 miliar kalau mau tuntas. Jadi jangan lagi kita siapin Rp10 miliar, lalu Rp20 miliar, sampai kiamat tidak selesai-selesai," katanya.

Disisi lain, Nurdin menolak penyelesaian proyek Barombong melibatkan duit dari investor atau swasta. Sebab kata dia, langkah itu akan membuat fasilitas olahraga yang telah menelan banyak APBD sulit dinikmati masyarakat. Lantaran pebisnis diyakini akan mengomersilkan seluruh potensi yang ada di dalamnya.

"Jangan, kalau investor masyarakat tidak bisa nikmati karena pasti tarif mahal, kita mau nonton, karcisnya jadi mahal, kita saja mau pakai harus bayar," katanya.

Solusinya, saat ini Pemprov Sulsel tengah mengupayakan audiens dengan Kementerian Olahraga, Kementerian Keuangan hingga Presiden RI Joko Widodo agar dapat membantu anggaran untuk penyelesaian stadion dambaan masyarakat Sulsel itu. Harapannya proyek dan fasilitasnnya dibiayai dari APBN.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif