alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Perusahaan Marmer di Pangkep Ditengarai Pekerjakan TKA China Ilegal

Muhammad Subhan
Perusahaan Marmer di Pangkep Ditengarai Pekerjakan TKA China Ilegal
Perusahaan Anugrah Marmer Jelita (AMJ) ditengarai mempekerjakan belasan Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal. Tanpa sepengetahuan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pangkep. Foto: Ilustrasi/SINDOnews

PANGKEP - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pangkep dibuat geram oleh perusahaan tambang marmer yang berlokasi di Kampung Janna Labbu, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep.

Perusahaan Anugrah Marmer Jelita (AMJ) itu ditengarai mempekerjakan belasan Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal. Tanpa sepengetahuan atau tidak terdaftar di dinas terkait.

"Informasi saya dapat ada 15 orang asing yang bekerja di perusahaan itu. Tentunya ini suatu yang sangat tidak bisa kita tolerir. Besok (Selasa) kita akan berkoordinasi dengan tim pengawas orang asing, kesbangpol, dan pihak imigrasi," pungkas Kepala Disnaker Pangkep, Jufri Baso, Senin (01/07/2019).



Dia mengaku baru mengetahui hal tersebut setelah adanya informasi dari pihak kepolisian.  Untuk itu, laporan tersebut akan segera ditindaklanjuti dengan mendatangi perusahaan AMJ.

Pihaknya akan menggandeng Tim Pengawas Orang Asing (Pora) dan serikat buruh di Pangkep melakukan pemeriksaan visa yang digunakan belasan TKA tersebut.

"Kalau itu ternyata bukan visa kerja, maka jelas itu pelanggaran penyalahgunaan visa. Dan jika memang terdapat visa kerja, tentunya sudah terdaftar dan laporannya ada di kami," tandasnya.

Terpisah, Juru Bicara Perusahan Marmer AMJ, David William membantah jika TKA yang dipekerjakan pada perusahaan AMJ tidak terdaftar atau ilegal.

Dia menegaskan AMJ mempekerjakan sesuai dengan prosedur hukum. Para pekerja asal China itu diakui baru sepekan berada di lokasi tambang.

"TKA yang kita datangkan sebanyak 19 orang asal China, visa yang dipakai TKA kita ini visa kerja, dan memang baru terhitung sepekan berada di sini. Itu pun belum dipekerjakan, masih survei alat mesin. Dan juga masih tahap foto imigrasi," paparnya.

Lebih lanjut kata dia, pihaknya juga telah mendaftarkan TKA tersebut ke Disnaker Sulsel. Belasan TKA itu dipekerjakan sebagai ahli.

Empat diantaranya selaku tenaga ahli analisa kualitas batu, tujuh lainnya sebagai tenaga ahli alat mesin potong. Dan selebihnya bekerja di bagian keuangan, prosesing dan ahli pemasaran.

"Kita juga sudah pernah berkoordinasi dengan pihak kepolisian Polres Pangkep. Sudah pernah mengirimkan foto copy paspor, visa masuk, dan ijin lainnya," jelas David William.

"Dan satu orang tersebut perempuan juru masak (koki), karena tidak semua TKA yang selera makannya bisa disesuaikan. Makanya kita ambil juga juru masaknya," tutup dia.



(bds)

loading...
Berita Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook