alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Diduga Gelembungkan Suara Rahman Pina, Polda Tetapkan 5 Tersangka

Muhaimin
Diduga Gelembungkan Suara Rahman Pina, Polda Tetapkan 5 Tersangka
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani saat merilis kasus dugaan pelanggaran Pemilu 2019 di Makassar, Selasa (02/07/2019). Foto: Muchtamir Zaide/SINDOnews

MAKASSAR - Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel menetapkan lima tersangka kasus dugaan pelanggaran Pemilu 2019. Kelima tersangka masing-masing pihak penyelenggara pemilu. Mereka diduga menguntungkan suara salah satu calon anggota legislatif (caleg) DPRD Sulsel asal partai Golkar, Rahman Pina.

Sebelum polisi menetapkan lima tersangka pada kasus ini, Rahman Pina yang masih berstatus anggota DPRD Makassar telah diperiksa terlebih dahulu oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, Senin (01/07/2019).

(Baca juga: Legislator Golkar 'RP' Diperiksa Gakkumdu Bawaslu Sulsel)



Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani menyatakan, kasus ini masih tengah berproses. Dan kelima tersangka rata-rata merupakan oknum penyelenggara Pemilu 2019.

"Pertama (tersangka) adalah Umar, sebagai Ketua PPK Kecamatan Panakkukang dan Adi sebagai Ketua PPK Kecamatan Biringkanaya. Keduanya berperan lalai dalam pengawasan saat pelaksana penghitungan perolehan suara pemilu sehingga penetapan suara tidak sesuai antara C1 dari TPS dengan DAA1 yang dikeluarkan oleh PPK," ungkapnya saat konfrensi pers di salah satu warkop di Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Selasa (02/07/2019).

Menurut dia, penetapan para tersangka menyusul adanya laporan polisi nomor: LPB/210/VI/2019, tanggal 13 Juni 2019.

Lanjut Dicky Sondani, tersangka lainnya yakni petugas PPS Kelurahan Panaikang, Fitri. Dia berperan meminta kepada penginput untuk merubah suara dengan cara mendapatkan imbalan.

Kemudian tersangka lainnya, adalah operator KPU Kecamatan Biringkayana, Rahmat. Dia berperan mengubah suara dari inputan dan mendapatkan upah berupa uang.

"Ada salah satu operator ini yang menambahkan suaranya ke Rahman Pina. Tidak dijelaskan (berapa) suara penambahannya. Tapi operator ini sudah dijadikan tersangka," terang Dicky Sondani.

Meski demikian, pada kasus dugaan penggelembungan suara ini, Rahman Pina masih berstatus sebagai saksi. Dicky Sondani tak menampik bakal ada tersangka baru yang kembali akan ditetapkan.

"Sudah ada lima orang tersangka dan tidak menutup kemungkinan dalam perkembangannya akan ada tersangka yang baru. Tapi Rahman Pina masih saksi," kuncinya.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif