alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Coba Kabur, Begal Sadis Bertato Sultan Hasanuddin Ditembak

Faisal Mustafa
Coba Kabur, Begal Sadis Bertato Sultan Hasanuddin Ditembak
Tim Gabungan Polda Sulsel saat meringkus pelaku begal sadis di Makassar. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Tim khusus (Timsus) Polda Sulsel bersama Tim Kejahatan, Kekerasan (Jatanras) Polres Maros, dan anggota unit reskrim Polsek Tallo, membekuk pria bertato Sultan Hasanuddin didadanya bernama Irwan alias Ambo saat sedang asyik nongkrong di Jalan Sultan Abdullah, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo tepat di samping Aspol Tallo, Kota Makassar, Selasa (2/7/2019).

Ambo harus dilumpuhkan dengan timah panas, karena berusaha kabur saat ia diminta menunjukkan lokasi saat dia membegal salah seorang korbannya.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan Irwan ditangkap lantaran diduga melakukan aksi pencurian disertai kekerasan (curas), saat beraksi tak segan-segan melukai korbannya.



Bahkan salah satu korbannya yang juga perempuan harus terjatuh dari motor saat beraksi di wilayah hukum Polres Maros yang kala itu dilakukannya seorang diri.

"Ketika itu tersangka beraksi terhadap korban seorang pengendara motor di wilayah hukum Polres Maros," katanya.

Ia menjelaskan, saat korban mempertahan barang miliknya terjatuh dari motornya. Akibat kejadian itu korban menderita luka serius pada pergelangan kaki dan tangannya.

"Korban kemudian melaporkan kejadian dialaminya di Mapolsek Lau Polres Maros. Laporan kemudian ditindaklanjuti Tim Jatanras Polres Maros turun menyelidiki," jelas Dicky Sondani Rabu (3/7/2019).

Aksinya itu terungkap setelah melapor di Mapolres Maros dengan nomor laporan dengan nomor lampiran LP/54/VI/2019/SPKT/Sek Lau tertanggal 28 Juni 2019.

Dalam penangkapan tersebut petugas juga mengamankan satu unit gawai merek Samsung Core 2. Pelaku kemudian diangkut menggunakan mobil patroli menuju Posko Timsus Polda Sulsel di Ruko Pasar Segar Toddopuli, Kota Makassar untuk diinterogasi.

Usai diambil keterangan tersangka, kata Dicky selanjutnya Tim gabungan menggiringnya dalam pengembangan penunjukan tempat kejadian perkara (TKP). Hanya saja proses pengembangan tidak berjalan mulus.

"Tersangka melakukan perlawanan higgga lepas dari kawalan petugas, untuk mencoba melarikan diri. Polisi pun menindak tegasnya berujung dua peluru bersarang di kaki kiri dan kanannya, setelah tersangka tak berkutik, selanjutnya dievakuasi ke Rumah sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis," pungkasnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook