alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kasus Korupsi Lampu Jalan Polman Jalani Sidang Ketiga

Asrianto Suardi
Kasus Korupsi Lampu Jalan Polman Jalani Sidang Ketiga
Dua terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi lampu jalan tenaga surya di Kabupaten Polewali Mandar saat menjalani sidang, Rabu (3/7/2019). Foto: SINDOnews/Asrianto Suardi.

POLMAN - Kasus dugaan tindak pidana korupsi lampu jalan tenaga surya di Kabupaten Polewali Mandar kembali disidangkan untuk ketiga kalinya di pengadilan Negeri Tipikor Mamuju Sulbar, Rabu (03/07/2019). Sidang itu dimulai sekitar pukul 10.50 Wita.

Sidang ini menghadirkan dua terdakwa yakni Haerudin selaku Direktur CV Binanga dan Andi Baharuddin Patajangi selaku Kabid Pemerintahan Desa, Kabupaten Polman.

Terdakwa Haeruddin duduk di kursi persidangan mengenakan celana jin warna biru dan kemeja pendek putih bercorak hitam mengenakan kopiah. Begitupun dengan terdakwa Andi Baharuddin Patajangi mengenakan celana warna hitam, kemeja lengan panjang warna putih dan mengenakan kopiah warna hitam.



Sidang yang terbuka untuk umum ini dipimpin oleh Ketua Andi Adha, dan hakim anggota Irawan Ismail dan Yudikasi. Sidang ini juga dihadiri oleh puluhan pengunjung dan keluarga terdakwa.

Agenda sidang kali ini adalah mendengarkan keterangan dari saksi-saksi. Dari empat orang saksi yang rencananya dihadirkan, hanya tiga orang saksi yang hadir. Sementara satu orang saksi berhalangan hadir.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Polman, M. Subhan mengatakan, bahwa agenda hari ini adalah mendengarkan keterangan dari saksi-saksi. Jumlah keseluruhan saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan nantinya sekitar ratusan orang saksi.

Hanya saja kata dia, agenda tersebut mengikuti perkembangan di pengadilan nantinya. Apakah semua saksi harus hadir atau hanya dipilih mana yang keterangannya serupa. Sehingga tidak perlu menghadirkan semua saksi.

"Hari ini rencananya JPU menghadirkan 4 orang Saksi, namun baru 3 orang saksi yang hadir, dan 1 orang yang tidak hadir rencananya akan dipanggil kembali pada persidangan berikutnya," ujarnya.

Dalam persidangan sebelumnya, kedua terdakwa dijerat pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo.

Sidang kembali akan dilanjutkan pada tanggal 10 Juli mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi yang lainnya.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif