alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Review Film Spider-Man: Far From Home

Sindonews
Review Film Spider-Man: Far From Home
Spider-Man: Far From Home memiliki twist cerita yang menarik. Pergulatan jiwa Peter Parker di tengah kegalauannya ditinggal Tony Stark menjadi titik film ini. (Sony Pictures)

MAKASSAR - Dunia berubah sejak peristiwa Avengers: Endgame yang tidak hanya menewaskan Tony Stark/Iron Man, tapi juga Black Widow. Peristiwa itu juga membuat Captain America pensiun dan dunia pun tidak lagi memiliki pelindung yang semumpuni mereka.

Harapan dunia untuk perdamaian kini berada di pundak seorang pahlawan remaja, Spider-Man. Setelah menjadi korban jentikan jari Thanos di Avengers: Infinity War, Peter Parker alias Spider-Man (Tom Holland) berhasil dihidupkan kembali berkat jentikan jari Hulk di Avengers: Endgame, lima tahun setelah peristiwa Infinity War. Sayang, ketika kembali ke Bumi, Peter harus menghadapi kenyataan pahit. Mentornya, Tony (Robert Downey Jr.), mati setelah menjentikkan jarinya untuk melenyapkan Thanos.

Kehidupan kemudian berjalan normal setelah peristiwa di Endgame. Peter yang masih berusia 16 tahun, kembali bersekolah. Sejumlah teman-temannya yang juga menjadi korban jentikan jari—yang disebut blip—juga kembali bersekolah bersamanya, seperti Ned (Jacob Batalon), MJ (Zendaya) dan Flash.



Spider-Man: Far From Home berangkat dari cerita ini. Meski berusaha kembali hidup normal, tapi ada beban berat di pundak Peter terkait Iron Man. Kematian Iron Man memunculkan pertanyaan baru tentang siapa penggantinya. Semua orang menaruh harapannya kepada Spider-Man sebagai penerus Iron Man untuk menjaga perdamaian bumi. Namun, Peter merasa dirinya tidak siap.

Berharap bisa melepas beban dan mengungkapkan rasa cintanya kepada MJ, Peter pun ikut rombongan sekolahnya untuk berwisata ke Eropa. Alih-alih bisa beromansa dan bersantai, Peter malah direkrut Nick Fury (Samuel L Jackson) untuk menghadapi makhluk bernama Elemental yang mengacaukan Eropa. Dia kemudian dipasangkan dengan Quentin Beck alias Mysterio (Jake Gyllenhaal) yang mengaku berasal dari Bumi dimensi lain untuk menghadapi serangan makhluk tersebut.

Spider-Man: Far From Home mengeksplorasi perkembangan mental seorang Peter Parker, superhero remaja yang harus menghadapi kenyataan betapa berat beban di pundaknya. Film ini juga memberikan sebuah tribute atas kepergian Tony Stark untuk selamanya dengan cara yang pas dan tidak terlalu berlebihan.

Kematian Tony memberikan banyak pengaruh atas mental Peter. Dia merasa kehilangan mentor yang selama ini membimbingnya dan dalam pencariannya atas siapa yang lebih layak untuk menggantikan Tony Stark, dia mengira telah menemukannya di diri Mysterio yang begitu memikatnya. Benarkah begitu?

Kisah cinta ala remaja juga tampil di sini. Peter yang canggung berusaha menyatakan rasa cintanya pada MJ yang misterius dan aneh. Usahanya nyaris berantakan karena teman sekelasnya yang ganteng juga ada yang naksir MJ. Peter pun harus berusaha keras untuk mendapatkan hati MJ.

Spider-Man: Far From Home menampilkan banyak aksi Spider-Man yang seru, intens dan juga belum pernah ada sebelumnya. Peter harus menghadapi dunia ilusi yang membuatnya terjebak dengan pikirannya sendiri. Di sisi lain, dia juga harus mampu menguasai diri dan percaya bahwa dia mampu menghadapi semua tantangan dan rintangan yang dihadapinya.

Sutradara film ini, Jon Watts, mampu memberikan pondasi cerita yang berjalan mulus dari awal hingga ke tengah film. Meski terasa agak datar di awal, tapi, setelah seperempat bagian dari 129 durasi film ini, Far From Home mulai memperlihatkan bentuknya. Segala trik dan twist pun bermunculan dan menjadikan film ini sayang untuk dilewatkan meski hanya dengan kedipan mata. Peter dipaksa untuk benar-benar memanfaatkan semua kemampuannya untuk menjawab tantangan dan mengalahkan musuhnya kali ini. Di sini, Peter juga memamerkan kecerdasannya dalam menguasai teknologi.

Jon meramu Far From Home dengan mencampur cerita tentang Spider-Man dengan sejumlah serpihan dari beberapa film MCU, seperti Iron Man, Avengers dan Captain America. Jika Anda benar-benar penggemar MCU, pasti dengan mudah mengenalinya. Jahitannya pun lumayan rapi hingga mendirikan sebuah cerita yang penuh twist yang menarik.

Berbeda dengan Spider-Man: Homecoming, Far From Home lebih ringan dari sisi cerita, tapi lebih banyak menampilkan aksi dan humor yang jauh lebih akan mengocok perut Anda. Ned dan Flash adalah salah satu fokus humor di film ini. Selain itu, kisah asmara samar antara Happy Hogan (Jon Favreau) dan Bibi May (Marisa Tomei) juga akan mengundang senyum di bibir Anda.

Banyak honorable mention pahlawan Avengers di film ini dari Thor hingga Captain Marvel. Dua adegan pascakredit di film ini dijamin akan lebih membuat Anda penasaran dengan dunia Marvel Cinematic Universe (MCU). Easter eggs pun banyak muncul di film ini. Tak heran jika bos Marvel Studios Kevin Feige menyebut Spider-Man: Far From Home adalah akhir Phase 3 MCU. Jika Anda jeli, maka Anda akan tahu kemana arah Phase 4 MCU yang akan dimulai tahun depan.

Spider-Man: Far From Home memiliki twist cerita yang menarik untuk disimak. Pergulatan jiwa Peter Parker di tengah kegalauannya ditinggal Tony Stark menjadi titik berat di film ini.

Spider-Man: Far From Home sudah bisa disaksikan di bioskop kesayangan Anda. Selamat menyaksikan!



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif