alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Suara Terbanyak Bukan Penentu Jadi Ketua DPRD Kabupaten/Kota

Muhaimin Sunusi
Suara Terbanyak Bukan Penentu Jadi Ketua DPRD Kabupaten/Kota
Pimpinan Partai Golkar akan menentukan siapa kadernya yang berhak menjadi Ketua DPRD di masing-masing Kabupaten/Kota. Foto: Sindonews/Ilustrasi

MAKASSAR - Sejumlah calon legislatif (caleg) DPRD kabupaten/kota terpilih periode 2019-2024, tengah menunggu penetapan resmi dari KPU. Para calon wakil rakyat ini juga sementara menanti dilantik untuk masa bakti lima tahun ke depan.

Partai politik (Parpol) yang meraih kursi terbanyak, memiliki hak untuk menentukan pemimpin di kursi DPRD kabupaten/kota. Sedianya penentuan tersebut juga merupakan kuasa pengurus Parpol yang bersangkutan, meski demikian caleg yang mengumpulkan suara terbanyak belum dipastikan akan menduduki kursi ketua DPRD Kabupaten/kota.

Khusus partai Golkar, nama-nama yang akan ditunjuk menjadi pimpinan di kursi DPRD kabupaten/kota di Sulsel, saat ini sudah berada di meja Ketua DPD Golkar Sulsel, Nurdin Halid (NH). Mereka yang diajukan pun memiliki keunggulan dan pertimbangan yang matang.



Kordinator Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD I Golkar Sulsel, Kadir Halid tak menampik bahwa petinggi partai di Sulsel bisa menjadi penentu pemilik kursi pemimpin di DPRD kabupaten/kota. Tak terkecuali NH.

"Sudah didata semuanya, siapa-siapa yang terpilih di kabupaten/kota. Setelah itu kita akan rapatkan dulu di DPD tingkat I," ungkapnya saat ditemui di DPRD Sulsel, Rabu (3/7/2019).

Dia menjelaskan, setelah dirapatkan di internal DPD I Golkar Sulsel, pihaknya kembali melakukan pemanggilan kepada Ketua DPD II Golkar se-kabupaten/kota untuk melakukan rapat lanjutan. Setelah ini baru diputuskan siapa yang berhak menempati kursi pemimpin di DPRD kabupaten/kota.

“Khusus level kabupaten/kota hanya di provinsi di putusakan. Kalau tingkat provinsi, itu baru ditetapkan di pusat,” paparnya.

Kendati demikian, meski petinggi partai di provinsi bisa menentukan pemimpin di DPRD kabupaten/kota, Kadir menyebut Golkar Sulsel akan tetap mengedepankan syarat partai yang telah ditentukan. Antara lain sementara menjadi pengurus partai, memiliki pengalaman.

“Suara terbanyak juga menjadi indikator, tapi bukan penentu. Dan yang paling penting adalah anggota partai yang loyal dan tidak memiliki catatan buruk,” tutupnya.

Diketahui, Golkar Sulsel memiliki sebanyak 20 kursi pimpinan di tingkat kabupaten/kota. Pembagiannya adalah 10 sebagai Ketua DPRD dan 10 lainnya sebagai wakil ketua DPRD.

Untuk kursi 10 ketua DPRD kabupaten/kota yakni Kabupaten Maros, Soppeng, Tana Toraja, Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo, Parepare, Bone, Selayar, dan Enrekang. Sementara 10 daerah yang merebut kursi wakil ketua antara lain Luwu, Toraja Utara, Sidrap, Pinrang, Pangkep, Wajo, Sinjai, Jeneponto, Takalar, dan Makassar.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook