alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tim Pora Amankan TKA China di Tambang Marmer AMJ Pangkep

Muhammad Subhan
Tim Pora Amankan TKA China di Tambang Marmer AMJ Pangkep
Tim Pemantau Orang Asing (Pora) mengamankan TKA ilegal asal China di lokasi tambang marmer milik PT Anugrah Marmer Jelita (AMJ), Kabupaten Pangkep. Foto: Muhammad Subhan/SINDOnews

PANGKEP - Tim Pemantau Orang Asing (Pora) mengamankan Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal asal China di lokasi tambang marmer milik PT Anugrah Marmer Jelita (AMJ) di Kampung Janna Labbu, Desa Bulu Tellue, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep.

Shu Kai Hua diamankan tanpa mengantongi dokumen keimigrasian oleh tim gabungan yang melibatkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Kejari dan Kodim 1421 Pangkep bersama Kantor Imigrasi Makassar.

"Iya ada satu orang yang tim pora amankan. Dia tidak bisa perlihatkan dokumennya dan ternyata dia tidak punya dokumen lengkap. Jadi langsung akan kita bawa ke Imigrasi Makassar," aku Kasi Intel Kejari Pangkep, Mustar yang juga anggota Tim Pora, Jumat (05/07/2019).



Selain Shu Kai Hua, Tim Pora juga mengamankan 16 TKA China lainnya. Belasan TKA itu tetap diminta untuk melapor ke Disnakertrans Sulsel untuk mengurus dokumen ketenagakerjaan mereka. Meski mereka telah mengantongi dokumen keimigrasian berupa visa kerja dan paspor.

(Baca juga: Perusahaan Marmer di Pangkep Ditengarai Pekerjakan TKA China Ilegal)

Kepala Disnaker Kabupaten Pangkep, Jufri Baso mengaku jika pilahknya telah memulangkan belasan TKA itu ke Makassar. Mereka diperbolehkan kembali bekerja di PT AMJ setelah kelengkapan dokumen ketenagakerjaan terpenuhi.

"Kita antar kembali ke Makassar sambil menunggu kelengkapan dokumen sebagai persyaratan untuk bekerja. Saya dengan kepala bidang yang kawal," ujarnya.

Dia menambahkan, total keseluruhan TKA di PT AMJ sebanyak 21 orang. Dua diantaranya juga sementara mengurus di Makassar.

Sementara itu, salah satu TKA, Yuekaihao mengaku berasal dari Provinsi Fujian, China. Dia pun tak mengerti terkait aturan ketenagakerjaan di tingkat provinsi Sulsel.

Menurutnya, dengan kelengkapan paspor dan visa kerja sudah dapat bekerja bersama belasan rekannya.

"Kami tak diberitahu berapa lama pengurusan ini (dokumen ketenagakerjaan). Kami hanya ikut saja dibawa ke Makassar sampai semua urusan ini selesai," tuturnya.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook