alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Viral, Video Darah Pasien Operasi Berceceran di RS Hikmah Belopa

Chaeruddin
Viral, Video Darah Pasien Operasi Berceceran di RS Hikmah Belopa
Sebuah video berdurasi 27 detik viral di Luwu, diketehui video tersebut merupakan video dari darah pasien telah meninggal dunia pasca dioperasi di RS Hikmah Belopa. Foto: Istimewa

LUWU - Sebuah video berdurasi 27 detik memperlihatkan darah pasien yang telah dioperasi berceceran di lorong rumah sakit. Diketahui, video tersebut diambil di RS Hikmah Belopa. Video ini telah dibagi di jejaring sosial WhatsApp.

Dari penelusuran Sindonews, didapatkan informasi jika darah tersebut merupakan darah pasien bernama Almarhum Kasau (32), warga Desa Taramatekkeng Kecamatan Ponrang Selatan Kabupaten Luwu, yang meninggal di Rumah Sakit Hikmah Belopa usai mendapat penindakan operasi.

Keterangan dari salah seorang keluarga almarhum bernama Ade, menjelaskan bahwa pamannya Kasau awalnya berobat di RSUD Batara Guru yang kemudian akhirnya dirujuk ke RS Hikma Belopa untuk mendapat penindakan medis operasi pengeluaran cairan dalam tubuh.



"Saya tidak ada saat kejadian, namun keluarga menyampaikan ke saya jika paman saya Kasau telah meninggal dunia setelah menjalani operasi di RS Hikma Belopa. Namun ada kejadian yang membuat keluarga kami kecewa dengan pelayanan rumah sakit tersebut," ujarnya.

"Saat keluar dari ruangan operasi dan didorong ke Ambulans, banyak darah yang berceceran hingga ke Ambulans. Keluarga kami sangat kecewa dan menduga bekas operasi almarhum belum ditutup atau dijahit, ini yang membuat keluarga marah," terang Ade.

Saat ini lanjut Ade, pihak keluarga mereka tengah mempertanyakan hal tersebut ke pihak rumah sakit termasuk memikirkan langkah untuk menindaki kejadian yang dialami oleh keluarga mereka.

"Keluarga akan protes dan berharap ada penjelasan dari pihak rumah sakit. Jika itu sebuah kesalahan, maka kami menuntut agar petugas yang melakukannya diberikan sanksi atau hukuman," ujarnya.

Alasan keluarga almarhum Kasau membuka ke publik kejadian ini bukan untuk merusak nama baik rumah sakit, namun mencari kebenaran dari kejadian tersebut.
"Kami berharap ini tidak terjadi lagi ke pasien yang lain, sangat disayangkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Luwu seperti ini," katanya.

Informasi yang dihimpun penindakan operasi Kasau antara pukul 21.00 wita hingga pukul 23.00 wita. Saat darah berceceran di lantai, sempat keluarga almarhum marah pada saat itu kemudian prtugas rumah sakit kembali memeriksa jenazah Kasau dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga malam itu juga.

Direktur Rumah Sakit Hikmah, Fatmawati tidak menampik, jika video darah berceceran yang viral tersebut kejadiannya di Rumah Sakit Hikmah. Namun demikian, dirinya meminta agar masyarakat tidak menarik kesimpulan atas video tersebut.

"Yang perlu kami sampaikan adalah, satu, tindakan yang dilakukan oleh dokter penanggung jawab terhadap pasien tersebut sudah sesuai prosedur, kedua telah dilakukan informed concent kepada keluarga tentang penyakit dan tidakan yang akan dilakukan, ketiga, tindakan yang dilakukan adalah drainase cairan dalam perut dengan memasukkan selang ke rongga perut dengan prosedur sesuai untuk pemasangan drainase," jelasnya.

Fatmawati juga menyebutkan bahwa, dilakukan pelepasan selang drainase dengan bekas sayatan sebesar selang yang dimasukkan bukan selama operasi tetapi setelah pasien dinyatakan meninggal, jadi keliru jika dikatakan luka operasi tidak dijahit.

"Hanya saja cairan dalam perut tersebut masih banyak sehingga setelah pasien meninggal cairan tersebut masih keluar melalui lubang drainase yang selangnya telah di lepas. Mengenai penyakit dan keterangan medis pasien tidak dapat kami berikan karena bersifat confidential dan harus se izin keluarga pasien," sebutnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook