alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Hanya Karena Ikuti Lomba, Juara Karate Internasional Tinggal Kelas

Asrianto Suardi
Hanya Karena Ikuti Lomba, Juara Karate Internasional Tinggal Kelas
Siswa SMP Negeri 3 Polewali, Arya Muddatzir (14) tak naik kelas karena ketinggalan mata pelajaran akibat kerap mengikuti kejuaraan lomba karate. Foto: Asrianto Suardi/SINDOnews

POLEWALI - Tak ada jaminan meraih prestasi internasional untuk tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Ini yang alami Arya Muddatzir (14).

Siswa SMP Negeri 3 Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) ini tak naik kelas lantaran ketinggalan mata pelajaran karena hanya sering mengikuti kejuaraan lomba karate.

Juara satu karate Internasional tingkat pelajar tahun 2015 ini menyesalkan keputusan pihak sekolah akibat sering keluar daerah mengikuti lomba.



Padahal kata dia, dirinya selalu minta izin kepada pihak sekolah jika ingin mengikuti lomba.

"Saya tidak mau sekolah dulu karena saya malu sama teman-teman ku. Nanti dilihat dari orang tua seperti apa keputusannya kedepannya," tuturnya saat ditemui di kediamannya, Jalan Mr Muh Yamin, Kelurahan Pekkabata, Kabupaten Polman, Sulbar.

Armansyah, ayah Arya, juga sangat menyayangkan keputusan tersebut pihak sekolah. Sebab selama ini anaknya tertinggal mata pelajaran karena mengikuti berbagai lomba karate.

Dia mengaku kecewa dan prihatin dengan kondisi anaknya saat ini. Keputusan pihak sekolah mempengaruhi psikologis anaknya yang tak mau lagi bersekolah dan latihan karate.

"Padahal berbagai akan ada lomba akan diikutinya," tuturnya.

"Terus terang, anak saya pernah mengalami kecelakaan dan geger otak. Jadi kalau dia ada mendapat masalah dan berpikir langsung sering pusing dan sakit kepala. Kami akan bawa anak kami ke ahli psikiater untuk memeriksa," sambung dia.

Dan bahkan anaknya tak ingin mengikuti lomba tingkat Asia Tenggara yang akan digelar di Malaysia dan Thailand pasca meraih medali emas di Surabaya bersama tim kareta lainnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Polewali, Syamsir Muchtar mengatakan meski siswa tersebut berprestasi di bidang ekstrakurikuler namun karena nilai akademiknya kurang.

"Ini yang kita sayangkan kenapa siswa yang berprestasi namun karakternya di sekolah kurang bagus. Padahal biasanya itu prestasi yang baik dibarengi dengan karakter yang bagus," sebutnya.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook