alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Partai Koalisi Pemenang Jokowi Incar Kursi Ketua MPR, PAN Pasrah

Sindonews
Partai Koalisi Pemenang Jokowi Incar Kursi Ketua MPR, PAN Pasrah
Partai koalisi pemenang Jokowi-Maruf incar jatah kursi Ketua MPR, termasuk Golkar dan PKB. Foto: Ilustrasi/SINDOnews

JAKARTA - Selain mengincar pos menteri, Golkar sebagai partai koalisi pengusung pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Jokowi-Ma'ruf, juga mengincar kursi ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Menurut Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily pemilihan Ketua MPR menganut asas proporsionalitas atau perolehan kursi di Parlemen.

Apalagi Golkar merupakan partai kedua pemenangan perolehan kursi terbanyak pada Pemilu 2019, April lalu.



"Kalau pemenang pertama PDIP mendapatkan Ketua DPR, maka sangat beralasan jika Partai Golkar sebagai pemenang kedua menduduki Ketua MPR RI," kata Ace saat dihubungi SINDOnews, Senin (08/07/2019).

Selain Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan partai koalisi lainnya juga mengincar kursi Ketua MPR. Termasuk jatah menteri.

Akan tetapi kata Ace, hal ini tersebut akan dibahas lebih lanjut antara pimpinan partai bersama Jokowi.

"Tentu semua dikembalikan kepada Presiden Jokowi sendiri untuk kabinet. Soal Ketua MPR tentu seharusnya ini dibahas bersama dengan koalisi pendukung Pak Jokowi," tuturnya.

Sementara itu, Partai Amanat Nasional (PAN) pasrah harus kehilangan kursi pimpinan MPR periode 2019-2014. Pada periode ini (2014-2019) dijabat oleh Zulkifli Hasan.

"Ya itu risiko-risiko dari politik selalu ada, kalau pun enggak masuk di situ (pimpinan MPR) ya biasa," pungkas Wasekjen DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay di Jakarta.

"Kalau nanti pada saat pemilihan Ketua MPR, ternyata kita enggak dapat, berarti itu konsekuensi dari berpolitik, itu dinamikanya," sambung dia.

Akan tetapi, baginya, pemilihan pimpinan MPR periode mendatang belum bisa disimpulkan siapa yang harus duduk menjadi pimpinan MPR. Menurut dia, pimpinan MPR idealnya bagaimana cara mengakomodir kepentingan di lembaga tersebut.

"kita tunggu dinamika ke depan seperti apa," ucap Wakil Ketua Komisi IX DPR itu.

Saleh menambahkan, baik itu pimpinan MPR, DPR serta Alat Kelengkapan Dewan (AKD) baiknya dibagi secara proporsional.

"Jadi enggak bisa diambil semua oleh pemenang. Tetap saja yang punya kursi di DPR ini, kalau secara proporsional ada hak untuk dapat bagian pimpinan, ketua komisi atau wakil ketua komisi misalnya, ketua AKD atau wakil ketua AKD yang lain, tetap diberikan," kuncinya.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook