TOPIK TERPOPULER

Muh Amri Target Tambah Kursi PKS di DPRD Sulsel dan Menang Besar di Pilkada

Muhaimin Sunusi
Muh Amri Target Tambah Kursi PKS di DPRD Sulsel dan Menang Besar di Pilkada
Musyawarah wilayah PKS Sulsel digelar hari Minggu kemarin. Hasilnya, Muh Amri ditetapkan sebagai Ketua DPW PKS Sulsel. Foto: SINDOnews/Muhaimin Sunusi

MAKASSAR - DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah menetapkan kepengurusan baru untuk PKS Sulsel. Melalui musyawarah wilayah (muswil) yang digelar secara daring pada hari Minggu kemarin, delapan kader ditetapkan sebagai pengurus inti.

Muh Amri Arsyid dipercayakan sebagai ketua DPW PKS Sulsel. Dia akan dibantu oleh Rutang Ukkas sebagai sekretaris, Muzayyin Arif sebagai bendahara, dan Ruangsah Irwan Waji sebagai ketua bidang kaderisasi.

Baca juga: Penentuan Ketua DPW di Muswil PKB Sulsel Tak Gunakan Voting

Selanjutnya, Malarangan Tutu sebagai Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) dan Sri Rahmi sebagai Sekretaris MPW. Adapun Muammar Zaenal sebagai ketua Dewan Syariah Wilayah (DPW) dan Fathullah Fathoni Al Hafidz sebagai sekretarisnya.

Ketua DPW PKS Sulsel terpilih, Amri Arsyid mematok target tinggi dalam kepengurusannya. Pada pileg mendatang, dia menargetkan kursi PKS di DPRD Sulsel lebih banyak.



Baca juga: Penunjukan Plt DPD II Golkar Diklaim Kebutuhan Organisasi

"Kita targetkan minimal 15% kemenangan. Saat ini, PKS medapatkan jatah kursi wakil ketua DPRD Sulsel. Insyaallah, ke depan kita menjadi ketua DPRD Sulsel," kata Amri Arsyid saat sesi konferensi pers di Hotel Dalton Makassar, kemarin.

Pada pilkada serentak, Amri juga mematok target yang cukup tinggi. Dia bercita-cita memenangkan pilkada di atas 50%.

"Kita targetkan kemenangan 60% dalam pilkada serentak yang akan dilaksanakan di Sulsel. Maka dari itu, kerja keras dan kerja cerdas dibutuhkan untuk mewujudkan itu," ujarnya.

Baca juga: Nama Suhartina Bohari Ramaikan Bursa Kandidat Ketua Golkar Maros



Tak hanya itu, PKS ke depan juga diharapkan berpartisipasi langsung dalam pilkada. Yakni wajib mendorong kader yang akan bertarung, bukan sekadar sebagai kendaraan bagi kader parpol lain.

"Nah itu dia, sementara kita masih bahas. Saya belum bisa sebutkan berapa jumlahnya, cuma saat ini minimal 30% kader dalam pilkada yang kita dorong. Apakah itu posisinya sebagai 01 atau wakil," paparnya.



(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!