alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Penyelewengan Bantuan PKH

Faisal Mustafa
Polisi Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Penyelewengan Bantuan PKH
Pihak Kepolisian menetapkan dua tersangka baru kasus penyelewengan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Makassar. Foto: Ilustrasi

MAKASSAR - Pengusutan kasus dugaan penyelewengan dana Bantuan Sosial (Bansos) melalui Program Keluarga Harapan (PKH) Makassar, yang diduga dilakukan oleh 12 Kordinator Kecamatan terus bergulir.

Kini Penyidik Unit Tipikor Polrestabes Makassar telah menetapkan dua tersangka baru dalam kasus penyelewengan dana bansos itu. Keduanya merupakan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Mariso.

"Ada dua penambahan tersangka. Keduanya berinisial SH dan HS. SH merupakan pendamping PKH Mariso dan HS dari E warung tempat pengambilan barang penerima," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, Selasa (9/7/2019).



Sebelumnya, salah seorang oknum pendamping PKH Kecamatan Tallo Makassar Syahruddin (40), terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Satgas Bansos Polrestabes Makassar, Kamis (5/3/2019) lalu.

Diketahui Syahruddin kerap memotong dana yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) perbulan Rp12.000 dari jumlah yang seharusnya Rp110.000 dan pertriwulan Rp50.000 yang semestinya Rp500.000, modusnya sendiri tidak memberikan kartu PKH kepada penerima Bansos.

Dilanjutkan Indraatmoko, modus ketiga tersangka sama. Mereka tidak menyerahkan kartu ATM para keluarga penerima manfaat. Sehingga pada saat jadwal pencairan, para tersangka dengan leluasa melakukan pemotongan dana bantuan dari Kemensos.

“Setiap bulan ada program dari Kemensos untuk dicairkan. Jadi modus pelaku mengumpulkan dan memegang kartu tersebut,” tandasnya.

Dari kedua kecamatan yang dimaksud, terdapat ratusan keluarga penerima manfaat dengam bantuan Rp500.000 per bulannya. Sementara tersangka diketahui memotong Rp50.000 setiap bulan.

Penyidik pun menjerat para tersangka dengan Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 dan atau Pasal 8 UU RI No. 20 Tahun 2001 dengan ancaman hukuman di atas 5 Tahun Penjara.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook