alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kapolda Beberkan Solusi Tangani Radikalisme di Sulsel

Faisal Mustafa
Kapolda Beberkan Solusi Tangani Radikalisme di Sulsel
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Hamidin. Ia menyiapkan sejumlah program untuk menangkal radikalisme di Sulsel. Foto: Sindonews/Faisal Mustafa

MAKASSAR - Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel, sudah menyiapkan beberapa program untuk menangani paham radikalisme yang memunculkan tindakan terorisme di Sulsel.

Hal itu disampaikan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Hamidin saat peringatan HUT Bhyangkara ke 73 di Lapangan Karebosi Makassar, Rabu, (10/07/2019).

Menurutnya sejak pertama kali dirinya dilantik pada 24 Januari lalu. Pihaknya kerap berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) baik sebagai pemateri diberbagai sosialisasi dan diskusi publik dirinya juga sering meminta saran terkait program diradikalisasi.



"Selama disini saya sudah dua kali bekerja sama dengan BNPT. Saya dijadikan Narasumber. Menarik memang untuk menekan hal itu ada tiga komponen yang perlu digerakkan dalam program diradikalisasi," Jelas Hamidin.

Secara Rinci, Hamidin menjelaskan ada tiga komponen dasar dalam mencegah dan menanggulangi paham radikalisme yang berujung kasus terorisme di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan. Yang pertama menggandeng tokoh agama yang dianggap bisa masuk dan menyisipkan pesan moral kepada beberapa kelompok yang diduga radikal.

"Komponen kedua yakni Insidental, kita cukup berbahagia di Sulsel ini banyak mantan-mantan teroris yang sering berdialog dengan saya. Jadi mereka ini bagian dari keseharian kerja saya, mereka banyak memberikan informasi," jelasnya.

"Yang ketiga itu kita sebut aparatus yakni aparat yang konsen berdialog dengan para mantan teroris dan kelompok radikal. Kalau tiga komponen ini dijalankan Insha Allah akan menekan radikalisme dengan baik," lanjutnya.

Selain upaya pencegahan dan penindakan, Jenderal bintang dua ini menjelaskan perlu ada upaya pendampingan terhadap para keluarga korban dan pelaku kejahatan terorisme.

"Selama ini kita pikir mereduksi radikalisme itu cukup, ternyata tidak ada sisi lain yang kita lupa, beberapa waktu saya memberikan tali asih kepada keluarga Korban teroris itu jarang sekali kita perhatikan, ada janda, ada anak semata wayangnya yang orang tuanya ditembak itu beberapa waktu lalu kita berikan semacam tali asih sebagai bentuk kedekatan kita dengan mereka," pungkasnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads