alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Dinsos Kerahkan Personil di 12 Titik Pantau Aktivitas Anak Jalanan

Vivi Riski Indriani
Dinsos Kerahkan Personil di 12 Titik Pantau Aktivitas Anak Jalanan
Anak jalanan. Dinas Sosial kota Makassar menurunkan tim untuk mengawasi 12 titik rawan berkumpulnya anak jalanan di kota Makassar. Foto: SINDOnews/Maman Sukirman

MAKASSAR - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar semakin intens memantau aktivitas anak jalanan, gelandangan dan pengemis. Pasalnya, keberadaan mereka selalu mencuri perhatian masyarakat. Ada yang merasa iba, namun tidak sedikit merasa risih lantaran aktivitas mereka mengganggu arus lalu lintas.

Terlebih saat ini, aktivitas mereka bukan hanya di jalan raya, tetapi sudah menyasar tempat-tempat keramaian seperti warung kopi, pusat perbelanjaan ataupun rumah makan. Bahkan, adapula yang menggunakan modus menjual tisu, buku, dan stiker kaligrafi.

Mengantisipasi hal tersebut, Kepala Dinsos Kota Makassar, Akhmad Namsum telah menurunkan sejumlah personil di 12 titik rawan untuk mengawasi dan memantau aktivitas anak jalanan, gelandangan dan pengemis.



"Sekarang ini ada 12 titik yang kami lihat agak rawan menjadi tempat mangkal anak jalanan, dan disitu kita tempatkan tiga sampai empat orang petugas dengan waktu tertentu," kata Akhmad Namsum.

Dia menyebutkan, penempatan petugas di titik tersebut untuk memberikan rasa was-was kepada anak jalanan, gelandangan maupun pengemis untuk tidak lagi menetap di lokasi tersebut.

Selain itu, pihaknya juga telah membentuk posko di Kantor Dinsos Kota Makassar selama 24 jam. Tujuannya, untuk mengantisipasi laporan masyarakat yang masuk terkait aktivitas anak jalanan, gelandangan dan pengemis yang mengganggu.

"Jadi ini adalah langkah konkret kita, selain itu ada pula tim reaksi cepat kita yang rutin turun ke jalan untuk melakukan operasi penanganan dan pembinaan anak jalanan," terangnya.

Pihaknya juga menerima laporan melalui layanan 112, sehingga ketika ada laporan timnya langsung turun ke jalan untuk melakukan pengamanan. Hanya saja, diakui Namsum saat ini yang menjadi kendala adalah tidak adanya tempat penampungan anak jalanan yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Sehingga penanganannya tidak begitu maksimal.

Kata Namsum, ketika ada yang terjaring mereka hanya diassesment lalu dilepas, bahkan disalurkan ke lembaga sosial seperti panti asuhan. Namun jika mereka terindikasi menggunakan lem atau obat-obatan terlarang, barulah dititip di pusat rehabilitasi milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan.

"Kalau lembaga pembinaan kita ada maka apa yang kita jaring kita lakukan pembinaan secara berkesinambungan agar anak ini tidak salah arah," ucapnya

Jika anak yang terjaring masih usia sekolah, lanjut Namsum pihaknya melalui lembaga pembinaan akan mengarahkan anak tersebut agar mereka bisa melanjutkan sekolah yang sempat terputus, atau ditempatkan di lembaga sosial untuk pengembangan pendidikan atau peningkatan pada pola pembinaan perihal keterampilan yang dimiliki anak tersebut.

"Tapi ada juga orang tua yang minta anaknya dikembalikan, tapi kita minta mereka menandatangani surat pernyataan untuk mendidik anaknya untuk tidak lagi melakukan hal-hal yang bisa mengganggu masyarakat," terangnya.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads